Demonstrasi seharusnya membangkitkan simpati, bukan antipati. Demonstrasi seharusnya membuka jalan dialog, bukan menutupnya dengan kericuhan. Demonstrasi seharusnya menguatkan demokrasi, bukan melemahkannya.
Jika semua itu gagal diwujudkan, maka benar adanya: demonstrasi hanya akan menghancurkan diri sendiri.
Pada akhirnya, demonstrasi adalah cermin bangsa. Cara kita berdemo mencerminkan cara kita memandang diri sendiri. Jika kita berdemo dengan anarki, itu mencerminkan betapa rapuhnya moral kita. Jika kita berdemo dengan damai, itu menunjukkan kedewasaan kita dalam berdemokrasi.
Maka, pilihan ada di tangan kita: apakah ingin terus mengulang demonstrasi yang menghancurkan diri sendiri, atau menjadikannya sebagai jalan luhur menuju perubahan?
Makassar, 31 Agustus 2025












