Di UEA :Asap tebal terlihat mengepul dari fasilitas rekreasi Angkatan Laut AS di Pelabuhan Jebel Ali, Dubai yang merupakan pelabuhan singgah tersibuk bagi armada AS di Timur Tengah.
Di Bahrain & Qatar: Markas Armada Kelima di Bahrain dan Pangkalan udara Al Udeid di Qatar mengalami kerusakan signifikan pada infrastruktur komunikasi dan radar.
Serangan terhadap misi Diplomatik: Krisis ini juga memaksa evakuasi atas kedutaan di berbagai negara menyusul serangan Iran langsung ke fasilitas diplomatik.
Di Arab Saudi: Kedubes AS di Riyadh dihantam dua drone. Kementerian Pertahanan Saudi melaporkan kebakaran terbatas, namun laporan “The Washington Post” – surat kabar berpengaruh di Amerika, menyebutkan bahwa Stasion CIA di dalam kompleks tersebut turut terkena dampak.
Di Kuwait: Kedubes AS di Kuwait diserang dengan “brutal” oleh rudal dan drone. Kedutaan kini tutup ‘sampai batas waktu yang tidak ditentukan’ dan staf non-esensial telah dievakuasi.
Di UEA: Konsulat Jenderal AS di Dubai terkena serangan drone yang menghantam area parkir dekat gedung konsuler. Api berhasil dipadamkan dengan cepat oleh otoritas setempat tanpa merusak struktur utama bangunan.
Begitulah balasan Iran terhadap kesombongan duet negara bersekutu yang berujung pada kerusakan parah. Melihat dampak perang yang begitu signifikan laporan media dan belum terkonfirmasi, Amerika telah melalui ‘pintu belakang’ (perantaraan Italia) untuk mengajak Iran melakukan gencatan senjata.
Permintaan ini terasa aneh. Bukankah ada lagu “Engkau yang memulai, engkau yang mengakhiri”. Di dalam pertandingan sepak bola dikenal istilah, menyerang adalah pertahanan yang baik. Iran justru membalik, dia justru diserang, tetapi memberikan perlawanan dan penyerangan yang mematikan.
AS tampaknya lupa, menyerang Iran sama dengan membangunkan singa yang sedang tidur. Puluhan tahun dia diembargo oleh AS dan sekutunya dalam berbagai bidang kehidupan, tetapi negara mullah itu tetap berkreasi.
Memproduksi senjata mematikan tanpa pernah diketahui jumlahnya. Makanya, jangan heran, jika langit Iran dipenuhi rombongan rudal balistik supersonik yang mengawal drone sebagai ‘kelinci’ pengecoh lawan, menuju satu satu tujuan, negara zionis, Israel. Juga, beberapa negara kawasan Teluk yang mengakomodasi kepentingan Amerika. (Lebak Bulus Jakarta, 5 Maret 2026).












