“Termehek-Mehek”

Saya pun mencoba ‘iseng’ bertanya kepada “Artificial Intelligence” (AI) — kecerdasan buatan — mengenai berbagai hal yang terkait dengan perang dua lawan satu itu. Jawabannya memang standar dan cenderung merujuk pada informasi yang sudah tersebar di media.

Saya pun menyimpulkan, AI yang mungkin tidak bisa lepas dari pengaruh Amerika, agaknya sudah “bermain mata” dalam kasus perang ini. Namun saya tidak kehabisan akal. Beberapa akun media sosial mewartawan informasi yang bersumber dari media arus utama yang untuk sementara dapat dipercaya.

Dalam pemberitaan itu banyak informasi yang berhasil dikeruk. Di kota Tel Aviv, gedung-gedung pencakar langit, hotel, dan perumahan mengalami kerusakan parah. Jendela-jendela gedung di sekitar Kedutaan AS juga pecah akibat ledakan.

Di Haifa (pusat pembangkit listrik dan sistem komando strategis mengalami kerusakan signifikan).

Di Petak Tikva (sejumlah infrastruktur penting turut berdampak), Yerussalem (terkena serangan rudal Iran), Beersheba (juga menjadi target serangan Iran), Bat Yam (gedung-gedung mengalami kerusakan akibat ledakan), Rehovot (terkena serangan rudal Iran), dan Rama Gan (gedung-gedung mengalami kerusakan akibat ledakan).

BACA JUGA:  Perlindungan Hukum Terhadap Wartawan

Salah satu media di Jakarta memberitakan, AS mengalami tekor US$ 2 miliar (Rp 31 triliun) dalam empat hari setelah digempur Iran dan insiden salah sasaran.

Tujuh target basis strategis AS menjadi sasaran penyerangan Iran, yakni pada pangkalan AS di negara-negara Teluk.

Rinciannya:
Sistem radar peringatan dini AN/FPS-132 (seharga Rp 1,1 triliun) dalam kondisi hancur. Ini merupakan radar canggih di Pangkalan Udara AL Udeid, Qatar, babak belur akibat serangan udara Iran, Sabtu. Qatar telah mengonfirmasi kerusakan itu.

Komponen Radar AN/TPY-2 Sistem THAAD (bernilai US$500 juta); citra satelit yang mengonfirmasi klaim Iran atas serangan mematikan terhadap fasilitas komponen radar anti-rudal balistik (THAAD) yang ditempatkan di kota industri Al Ruwais,Uni Emirat Arab (UEA).

Yang terasa lucu, tiga jet tempur F15E ‘Strike Eagle’ (seharga US$282 juta) terembak jatuh oleh Kuwait, pada Minggu dalam insiden yang dikenal dalam dunia militer tembakan “friendly fire” (teman tembak teman) oleh sistem pertahanan udara Kuwait. Keenam awak pesawat dilaporkan selamat.

BACA JUGA:  Saat Pramugari ‘Tumbang’ ke Pangkuan Penumpang

Terminal Komunikasi Satelit AN/GSC 52B (bernilai US$20 juta), dua terminal sentral komunikasi (SATCOM) hancur beserta beberapa bangunan besar saat Iran menyerang markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Manama, Bahrain.

Di Irak: pangkalan AS di Bandara Internasional Erbil dibombardir berulang kali sepanjang akhir pekan. Citra Satelit dari New York Times memperlihatkan sedikitnya empat struktur hancur dengan api yang terus menyala hingga Senin pagi.