Tanda-Tanda Batiniah Rasulullah

Rasulullah
Ilustrasi

Khadijah pun pulang ke rumah dan menyampaikan apa yang disampaikan Waraqah tentang Muhammad yang telah siap ke gua dengan pikiran tenang. Dia ke gua mungkin untuk memenuhi jumlah hari “tahannuts” yang telah ditetapkannya untuk beribadah kepada Tuhan.

Setelah usai, beliau langsung ke Mekkah dan melakukan tawaf. Selesai tawaf, beliau melihat Waraqah ada di antara orang-orang yang duduk di masjid. Beliau pun mengucapkan salam kepadanya.

“Ceritakan kepadaku, wahai putra saudaraku, apa yang telah engkau lihat dan engkau dengar,” Waraqah pun berkata begitu melihat Muhammad mendekat dan beliau pun menceritakan pengalamannya, termasuk apa yang disampaikan Khadijah istrinya.

“Engkau akan didustakan orang, akan diperlakukan buruk, dan mereka akan mengusirmu, bahkan berperang melawanmu. Seandainya aku masih hidup pada saat-saat itu (ketika Muhammad berdakwah), Allah tahu, aku pasti akan membela kebenaran agama-Nya,” kata Waraqah menambahkan ucapan yang disampaikan kepada Khadijah saat menemuinya. Waraqah pun merangkul dan mencium ubun-ubun Muhammad. Beliau pun pulang ke rumah.

Apa yang disampaikan Waraqah dan Khadijah disusul oleh penegasan dari langit dalam bentuk wahyu yang kedua.

BACA JUGA:  Ribuan Warga Sinjai Salat Ied di Islamic Center

“Terkadang wahyu datang kepadaku seperti bunyi sebuah bel. Cara itulah yang terberat bagiku. Bunyi itu menghilang setelah aku memahaminya. Terkadang malaikat menampakkan diri dalam rupa manusia. Ia berbicara kepadaku, lalu aku mengerti apa yang dikatakannya,” kata beliau setiap ditanya bagaimana wahyu itu datang kepadanya. (Makassar 27 Rajab 1447/16 Januari 2026, M.Dahlan Abubakar).