“Saya tidak pernah bermimpi bisa mencapai jabatan Profesor. Bahasa Inggris tidak ada. Bahasa Arab pas-pasan. Hanya sedikit bisa memahami teks. Tetapi ada satu yang saya amalkan, belajar berterima kasih kepada orang-orang yang berjasa. Jangan pernah tidur sebelum berterima kasih kepada orang yang berjasa. Terutama kepada kedua orang tua. Itu luar biasa dahsyatnya. Setiap hari itu saya lakukan,” Hamzah Hasan mengenang.
Usulan Profesor Hamzah Hasan hanya berselang satu bulan. Bulan berikut sudah ada penyampaian dari kementerian dia lolos. Hamzah Hasan termasuk yang tercepat menerima informasi bahwa jabatan Guru Besarnya diterima.
“Oleh sebab itu, dia mengingatkan kembali, jangan pernah lupa sekecil apa pun berterima kasih pada orang tua,” kunci Prof Hamzah Hasan kemudian menambahkan, pendamping hidupnya adalah orang Bima, orang Lela Bima, tak mau datang karena bukan alumnus IAIN Alauddin. (Bersambung*).












