SSB UNI Bandung yang ketika itu dilatih Agus Darmadji dan R.A. Kosasih melihat ada bakat yang luar biasa pada anak jaksa ini. Perjalanannya menuju Persib penuh liku. Melalui kompetisi berjenjang. Tim Maung Bandung itu memiliki 36 klub yang bertanding setengah kompetisi pada saat kompetisi antarklub. Terpilih 12 klub yang masuk level divisi utama Persib.
“Pada masa itu saat bermain di Stadion Persib, kita mendengar cacian dan provokasi penonton sampai bisa membuat telinga merah,” cerita Kang Boyke di Podcast TVRI Bandung yang saya ikuti 23 Februari 2026 malam.
Tidak mudah menjadi seorang pemain Persib ketika itu. Persaingan sangat keras. Dari pemain tim junior, jika dianggap berprestasi gemilang baru direkrut ke tim senior Persib. Waktu itu, Persib pernah degradasi dari Divisi Utama Perserikatan PSSI, sehingga harus ‘masuk kampung’. Persib memerlukan waktu tiga tahun berjuang di bawah besutan pelatih Marek Jonata asal Polandia di lapangan tentara untuk menggapai targetnya masuk divisi utama perserikatan PSSI. Di bawah kepemimpinan Solichinn Gautama Purwanegara (GP) sebagai Ketua Persib, tim yang juga berjuluk “Pangeran Biru” ini berhasil kembali ke divisi utama perserikatan.
Dari Tim UNI Bandung inilah, yang merupakan bagian krusial perjalanan Kang Boyke sebagai pemain Persib. Dia masuk tim junior Persib dan kemudian dipromosi ke Persib senior pada tahun 1976.
Posisinya sebagai penjaga gawang di tim Persib juga harus bersaing dengan dua kiper lainnya, Sobur dan Wawan Hermawan. Namun Marek Jonata tidak fanatik terhadap satu penjaga gawang saja. Ketiganya bergantian berdiri di bawah mistar tim yang lahir 5 Januari 1919 itu,
Kang Boyke Adam termasuk tipe penjaga gawang yang ideal. Posturnya tinggi dan fisiknya kuat. Dia dikenal dengan keberaniannya duel “one on one” (satu lawan satu) dengan pemain lawan.
Karier sepak bola Kang Boyke, setelah bergabung dengan Persib Junior 1976, pada tahun 1978 terpilih sebagai tim Pelajar Indonesia dan tim Persib B setahun kemudian (1979). Dia juga terpilih sebagai tim Mahasiswa Indonesia pada tahun 1980 dan masuk tim Persib Senior pada tahun 1984. Baru dua tahun di Persib senior, pada tahun 1986 dia ditarik sebagai penjaga gawang Tim Nasional dan menjadi Tim Nasional Selection serta Tim PON Jawa Barat, 1989.
Kang Boyke sempat membawa Persib Bandung sebagai Juara Divisi Utama PSSI dari lima kali (1937,1961), pada tahun 1986, 1989-1990, dan saat Persib juara lagi 1993-1994, Kang Boyke Adam sudah mundur dari lapangan hijau tiga tahun sebelumnya.












