Aswar Hasan, KPID Sulawesi Selatan, dan Tradisi Menulis Buku

Buku ini dilaunching bersama buku karangan M Anshar A Akil di Kafe Bawah Pohon, Jalan Pengayoman, yang disiarkan live oleh Makassar TV. Pembahas buku kami, kala itu, Mappinawang (advokat dan aktivis NGO) dan Alwy Rahman (budayawan).

Di akhir masa jabatan kami, pada periode 2007-2010, kami menerbitkan buku “Panorama Penyiaran” (2010). Buku ini berisi direktori lembaga penyiaran di Sulawesi Selatan, program unggulan KPID Sulawesi Selatan, daftar organisasi terkait penyiaran, hari-hari penting terkait penyiaran, dan Peraturan KPI tentang P3 dan SPS. Saya sebagai editor buku ini.

Dari isi bukunya, tampak bahwa buku ini jadi semacam pertanggungjawaban publik atas kinerja yang kami lakukan selama tiga tahun terakhir.

Buku-buku tersebut sebagai penanda upaya kami mendorong demokratisasi penyiaran di Sulawesi Selatan, lewat pelaksanaan prinsip diversity of content dan diversity of ownership. Kedua prinsip ini menekankan pentingnya keberagaman isi siaran, dan kepemilikan media yang tidak terpusat pada satu orang atau korporasi.

Setelah saya diberi mandat sebagai Ketua KPID Sulawesi Selatan, periode 2011-2014. Tradisi menulis dan menerbitkan buku yang diletakkan Pak Aswar Hasan, saya lanjutkan. Buku pertama yang kami terbitkan berjudul “Era Baru KPID Sulsel” (2011).

BACA JUGA:  IDUL QURBAN, KORUPSI DAN ARSIP

Teman-teman komisioner, yakni Sumeizita Suarman, Sukardi Weda, Andi Fadli, Andry Mardian, Alem Febry Sonni, dan Rahma Saiyed, semuanya menulis sesuai bidangnya. Ada tiga bidang dalam struktur organisasi KPID, yakni bidang perizinan, bidang kelembagaan, dan bidang pengawasan isi siaran.

Meneruskan semangat Gerakan Produksi Sehat (GeSit) yang sudah digaungkan oleh komisioner era 2007-2010, kami tak henti-henti mengadakan diskusi guna meningkatkan kompetensi dan kapasitas SDM penyiaran, yang diharapkan akan ikut mengatrol kesejahteraan mereka.

Gagasan-gagasan selama diskusi itu, kami bukukan sebagai bentuk ikhtiar dalam upaya menemukan format ideal SDM penyiaran berkualitas. Meski harus diakui, tidaklah mudah. Sebab ranah penyiaran sedemikian dinamis dan kompleks.

Buku itu kami beri judul “Memformulasikan Cetak Biru Sertifikasi SDM Penyiaran Televisi” dan “Memformulasikan Cetak Biru Sertifikasi SDM Penyiaran Radio”, keduanya diterbitkan tahun 2012.

Buku-buku ini, menjadi bukti apa yang kami kerjakan sebagai komisioner, sebagai penyelenggara lembaga negara independen yang mewakili masyarakat di bidang penyiaran.

Buku-buku terbitan sejak era Aswar Hasan ini merupakan best practice KPID Sulawesi Selatan yang kerap kami jadikan sebagai cendera mata, manakala ada kunjungan studi banding dari teman-teman komisioner daerah lain. (*)