Abdillah M.Saleh,S.Pd. Lepas Sertifikasi Demi Hutan Lestari

Langkah Abdillah dengan timnya ini sekarang sudah memperlihatkan hasil, meskipun areal yang sudah dihutankan belum seberapa luasnya dibandingkan luas kawasan hutan yang sudah gundul.

Namun sebagai contoh diharapkan lahan seluas 300 hektare di Mada Nangga. Mada Singgi, dan So Rade Inanane yang melibatkan 188 orang tiga kelompok ini dapat menjadi contoh sukses upaya penhijauan kembali hutan gundul di Parado Kabupaten Bima.

Belum lagi kawasan hutan yang direhabilitasi oleh tiga kelompok lain di Desa Kanca 44 ha yang dikelola 62 kepala keluarga di Mada Seli, 100 ha yang ditanam 71 kepala keluarga di Rade Keu-1 dan 300 ha yang dikelola 90 kepala keluarga di Kawasan Rade Keu-2. Areal yang dikelola warga Desa Kanca mencapai 444 hektare, melibatkan 223 kepala keluarga. Hanya saja pertanamannya tidak serimbun yang dikelola 188 orang pada kawasan Mada Nangga, Mada Singgi, dan Rade Inanane yang sudah memperlihatkan hasil.

Kiprah peraih Juara I Lomba PKBM Berprestasi Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2013 ini tidak hanya berhenti sampai pada urusan penghijauan kembali lahan botak di Desa Paradorato dan Desa Kanca, tetapi juga membidik Kantor Posramil Parado. Kantor yang baru dibangun tahun 2021 dengan swadaya masyarakat itu menempati areal seluas 3 ha.

BACA JUGA:  Hadiah Buku "Seandainya Saya Wartawan Tempo" dari PRSSNI

Sebagai Sekretaris Panitia Pembangunan Posramil itu, peraih juara II Lomba Gagasan dan Ide Penilik Berprestasi 17 Provinsi di Makassar tahun 2010 tersebut, saat ini mengumpulkan tanda tangan persetujuan dari para tokoh masyarakat Kecamatan Parado untuk penggunaan lahan Posramil itu.

“Rencananya areal Posramil Parado ini akan jadi contoh pertanaman pohon buah produktif yang kelak menjadi rujukan Masyarakat. Apalagi letaknya berada di samping jalan lintas Parado-Bima,” ucap Abdillah yang pernah meraih juara III Lomba Guru Berpretasi Tingkat SD Kaupaten Bima tahun 2006 dalam wawancara melalui telepon dengan penulis.

Penulis buku “Laskar Kembar Bulan Purnama” tersebut menyebutkan, di lahan Kantor Pos Ramil Parado itu tersedia air yang rencananya dapat menjadi contoh perikanan darat. Pertanaman di kantor Pos Ramil ini kelak akan menjadi contoh bagi masyarakat terhadap pengembangan sejumlah komoditas pohon buah. Di lokasi ini akan dilibatkan lintas instansi yang melaksanakan kegiatan sesuai bidangnya masing-masing.

“Dalam waktu maksimal 5 tahun tempat ini sudah bisa jadi model,” kata Abdillah optimis.

BACA JUGA:  Penghujung Orde Baru, KIPP Gandeng Jurnalis Mengawasi Pemilu 1997

Aktivitas Abdillah tidak hanya aktif berkaitan dengan penghijauan dan reboisasi lahan, tetapi juga menjadi Sekretaris I Pembangunan Masjid Besar Al Urwatul Wustha Kecamatan Parado sejak tahun 2023. Masjid yang baru mengalami pemugaran total setelah berusia hampir satu abad tersebut kini pembangunannya mencapai progress 50-60%.

Sudah berikan hasil

Bermodalkan Surat Keputusan Camat Parado tahun 2017, tim Penanggulangan Reboisasi Kerusakan Hutan dan Lingkungan Hidup Kecamatan Parado, Abdillah mulai bergerak, Namun dia sudah mulai masuk hutan setahun sebelumnya, 2016. Hanya saja jumlah warga yang terlibat masih terbatas.

Aktivitas yang digagas adalah program tani terpadu. Bentuknya, para peserta tani hutan ini dapat menanam tumpang sari dari tanaman tinggi berupa kemiri, dan buah-buahan seperti durian, kelengkeng, rambutan, apel dan sebagainya.

“Tanaman lainnya, kunyit dan jahe. Jagung tetap boleh ditanam di antara pohon kemiri, rambutan mete, pinang, klengkeng, apokat, durian, dan pohon mahoni. Ada juga perikanan darat, seperti lele, ikan nila, dan karpet yang dikembangkan melalui empong-empong yang kelak dibuat memanfaatkan sumber air 3 km dari kawasan penghijauan. Air itu akan disalurkan melalui pipa yang diharapkan mendapat bantuan dari instansi terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), “sebut Abdillah dalam percakapan melalui telepon dengan penulis 14 November 2024.