Ungkapan terima kasih juga dialamatkan kepada Pemerintah Provinsi Kaltara atas sokongan konsisten terhadap gerakan-gerakan Muslimat NU. Sinergi yang kokoh antara birokrasi dan organisasi perempuan dianggap krusial demi meluaskan dampak pembangunan, khususnya dalam penguatan ekonomi domestik.
Pada kesempatan sama, Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang mengucapkan selamat ulang tahun ke-80 kepada jajaran Muslimat NU. Ia melontarkan puji-pujian atas keteguhan organisasi dalam membina umat dan memberikan sumbangsih nyata bagi kemajuan daerah serta nasional.
“Memasuki usia 80 tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Ini membuktikan keteguhan cita-cita dan pengabdian tulus Muslimat NU dalam merawat umat, membentengi ketahanan keluarga, serta menyokong pembangunan nasional dari lini paling dasar,” tutur Zainal Paliwang.
Ia menimpali, Muslimat NU telah menancapkan rekam jejak strategis. Tak cuma berfokus pada kegiatan syiar Islam, organisasi ini terbukti aktif dalam ranah sosial, perbaikan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga peningkatan taraf ekonomi keluarga.
Melihat kontribusi masif tersebut, Pemprov Kaltara menegaskan komitmennya untuk memupuk kemitraan dengan Muslimat NU serta ormas lain demi mencetak sumber daya manusia berdaya saing tinggi di Bumi Benuanta.
“Sinergi yang solid antara jajaran pemerintah, ormas keagamaan, dan elemen warga adalah fondasi utama dalam merealisasikan pembangunan yang berkelanjutan,” tegasnya.
Di sisi lain, Khofifah Indar Parawansa menekankan bahwa peringatan Harlah ke-80 merupakan momentum krusial untuk mengukuhkan posisi Muslimat NU sebagai kekuatan penggerak di tengah masyarakat, bangsa, hingga kancah internasional. Pengalaman delapan dekade menjadi pijakan kuat untuk memperluas jangkauan kebaikan.
Menurut Khofifah, tema “Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian, dan Meneduhkan Peradaban” menjadi pengingat untuk terus memelihara kearifan lokal sekaligus memacu kaum perempuan agar kian mandiri dan siap merespons tantangan zaman.
Selain itu, perayaan Maulid Nabi dan Harlah ke-80 ini diselimuti pesan mendalam tentang perdamaian, kepedulian sosial, dan nilai kemanusiaan. Akhlak mulia Rasulullah SAW diharapkan terus menuntun masyarakat dalam membina kehidupan sosial yang rukun dan saling menghormati.
Pertemuan Gubernur Zainal Arifin Paliwang dan Khofifah Indar Parawansa bersama segenap jajaran serta tokoh masyarakat mencerminkan padunya semangat kebersamaan dalam menempatkan perempuan sebagai pilar utama pembangunan.
Dari tanah Kalimantan Utara, peringatan ini diharapkan memantik energi baru untuk mempercepat pemberdayaan gender, memantapkan ketahanan ekonomi keluarga, menjaga solidaritas sosial, serta mencetak generasi masa depan yang unggul dan berkarakter.

br
br






br





