Menurutnya, mahasiswa politeknik memiliki keunggulan kompetitif dalam hal keterampilan praktis dan inovasi teknologi. Jika inovasi ini dipadukan dengan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), tentunya bisa melahirkan program-program pemberdayaan ekonomi mustahik yang jauh lebih efektif, mandiri, dan berkelanjutan.
“Dengan melihat karya karya mahasiswa Politeknik Ujungpndang di Expo ini, maka bagi BAZNAS Makassar, inovasi-inovasi ini bukan sekadar proyek akademis untuk memenuhi nilai kelulusan, tetapi sekaligus prototype solusi nyata bagi berbagai persoalan sosial di masyarakat kelas bawah, atau kaum dhuafa,” tutupnya.












