Hal terpenting saat ini, menurutnya, adalah bagaimana menyatukan faksi-faksi potensi menjadi kekuatan kolaboratif yang solid, sembari terus memupuk kreativitas dan kemauan untuk belajar hal-hal baru di tengah perkembangan teknologi.
“Jadi, muara dari perjuangan ini adalah kejayaan organisasi dan kesejahteraan setiap anggota melalui manifestasi nyata dari kolaborasi serta sikap adaptif tersebut,” tegas Suwardi.
Acara buka puasa tersebut ditutup dengan atmosfer kekeluargaan yang kental dan penuh tawa. Para jurnalis yang hadir pulang dengan semangat yang sama: bahwa PWI Sulsel adalah rumah besar bersama yang kemajuannya menjadi tanggung jawab kolektif seluruh anggotanya. (*)












