NusantaraInsight, Makassar — Pelaksanaan Jumat Berkah di Masjid Ashabul Jannah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulawesi Selatan, yang sudah berjalan beberapa bulan, kian tertata baik. Panitia dan pengurus masjidnya bahkan sangat sigap melayani jamaah.
Pada hari Jumat, 11 Juli 2025, misalnya, karpet, sajadah, dan terpal sudah diatur berbentuk saf-saf di bagian luar masjid yang berada di Jalan Sultan Alauddin, Talasalapang itu, sebelum jamaah datang.
Tambahan karpet, sajadah, dan terpal di bagian sisi timur dan utara masjid dilakukan, agar dapat menampung jamaah yang kian bertambah.
Saking banyaknya, jalan yang biasa digunakan menuju tempat wudhu pun ditempati jamaah untuk sholat Jumat.
Sebelum pelaksanaan sholat Jumat, Moh Hasan Sijaya, Pustakawan Ahli Utama (Pustama), sesekali terlihat memberi isyarat pada staf agar memastikan setiap jamaah bisa beribadah dengan baik.
Mantan Kepala DPK Provinsi Sulawesi Selatan yang dikenal inovatif itu, bersama beberapa pustakawan, menginisiasi Jumat Berkah secara swadaya dengan menyediakan makanan dan minuman secara gratis.
Makanan dan minuman itu diatur di atas meja yang terlindung oleh tenda-tenda. Selepas sholat Jumat, jamaah dipersilakan mengambilnya untuk dimakan bersama-sama.
Menu yang disediakan tiap pekan bervariasi, kecuali bakso, yang dimakan dengan lontong atau burasa.
Kue-kue tradisional seperti jalangkote, panada, roko-roko unti, risoles, bakpao, ubi goreng, onde-onde goreng, dan kue nona manis juga tersedia. Jumat ini, selain es teh, juga ada es putar.
Taman dekat masjid dan median jalan yang ditumbuhi pepohonan jadi tempat jamaah menyantap makanan yang disediakan.
Jamaah Masjid Ashabul Jannah ini terdiri dari karyawan swasta, pegawai kantor yang ada dekat situ, mahasiswa, warga, dan driver ojol.
Ada yang menarik ketika Andi Irawan Bintang, Pustama DPK Provinsi Sulawesi Selatan, mengeluarkan kompor portable yang biasa dipakai para pendaki saat berkemah lengkap dengan panci kecil.
Lelaki berkacamata yang lama berkiprah di Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Provinsi Sulawesi Selatan itu, rupanya menggunakan kompor mini itu untuk memanaskan kuah dan bakso telur.
Kompor portable camping itu memang terbilang praktis digunakan. Cukup disambungkan dengan sumber energi berupa bahan bakar cair yang juga ditaruh dikaleng gas portable, sudah bisa menyala.
Hanya hitungan menit, kuah bakso di dalam panci stainless steel itu mendidih. Setelah itu ia membagikan bakso-bakso telur yang sudah dipanaskan ke orang-orang yang ada di dekatnya.