News  

Sekjen ADPERTISI: Organisasi ini Luar Biasa, Bantu Dosen Penuhi Berkas Tridharma

3. PKM Kolaboratif dan Konvergen

Menghadirkan berbagai pemangku kepentingan mulai dari perguruan tinggi, pemerintah daerah, industri, komunitas, hingga LSM dalam satu ekosistem program. Skema matching fund dapat menjadi akselerator.

4. PKM Berwawasan Kebangsaan

Fokus pada isu-isu strategis seperti stunting, kemiskinan ekstrem, ketahanan pangan, dan mitigasi bencana. Sekaligus menggali kekayaan lokal seperti UMKM, wisata, dan budaya daerah.

5. PKM Terdokumentasi dan Terpublikasi

Penyusunan database nasional PKM menjadi prioritas. Program yang berjalan harus terdokumentasi baik dan mendorong publikasi ilmiah serta diseminasi hasil melalui media massa.

“Transformasi PKM harus menghasilkan dampak terukur dan berkelanjutan. Tujuannya bukan hanya memenuhi Tridarma, tetapi menjadikan PKM pilar utama pembangunan Indonesia,” tegas Dr. Buyung.

Narasumber Tekankan Pentingnya Coaching Clinic bagi Dosen

Selain pengarahan dari pimpinan MPP ADPERTISI, kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama.
Materi pertama dibawakan oleh Dr. H. Yusriadi Hala, SE., M.Si., M.Ak., yang menekankan pentingnya coaching clinic bagi dosen sebagai upaya meningkatkan kualitas usulan PKM.

“PKM adalah identitas dosen sebagai agen perubahan. Karena itu dosen harus memahami kriteria, teknik penyusunan proposal, serta pendekatan yang relevan dan inovatif,” ujarnya.

BACA JUGA:  285 Bibit Pohon Ditanam, Pemkot Makassar Siapkan Transformasi TPA Antang Menjadi Hutan Kota

Menurut Yusriadi, PKM yang berkualitas tidak hanya menentukan peluang pendanaan, tetapi juga menjamin keberlanjutan program di masyarakat. Ia mendorong dosen agar tidak hanya fokus pada syarat administratif, tetapi memperhatikan substansi program dan dampak jangka panjangnya.

Materi kedua disampaikan oleh Arnida Idrus, SE., MM., selaku Ketua OC PKM Nasional. Ia menguraikan secara rinci teknis pelaporan, struktur proposal, serta standar evaluasi program PKM yang harus dipahami peserta. Acara dipandu oleh Lili Purnama Sari, S.ST, M.Kes.

PKM sebagai Pusat Inovasi Bangsa

Pada sesi penutup, MPP ADPERTISI menegaskan arah baru PKM Nasional: menjadikan pengabdian bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan pusat inovasi bangsa yang berkontribusi langsung terhadap pembangunan nasional.

Kolaborasi, inovasi berbasis riset, dan keberlanjutan menjadi tiga fondasi utama dalam membangun ekosistem PKM yang kuat.

“PKM harus bergerak dari pinggiran menuju pusat inovasi bangsa,” kata Dr. Buyung.

Melalui coaching clinic ini, MPP ADPERTISI berharap semakin banyak dosen yang mampu menghasilkan program PKM yang kuat, relevan, dan berdampak luas dalam menjawab tantangan masyarakat Indonesia di masa depan.

BACA JUGA:  Ketua DK PWI Sulsel M.Dahlan Abubakar: Jurnalis Tak Bisa Jadi Saksi karena Karya Jurnalistiknya

PKM Nasional Diikuti 76 PTS dan 2 PTN

Sekretaris Jenderal ADPERTISI, Ibrahim Pratama, S.E., M.Si., Ak., CA. pada saat menutup acara melaporkan kalau peserta yang sudah mendaftar sebanyak 207 orang berasal dari 76 PTS serta ada 2 PTN yakni UNM dan Politeknik Pangkep. Kampus itu ada 22 berasal dari luar Sulsel.

Organisasi profesi dosen swasta ini termasuk luar biasa karena telah melaksanakan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi membantu para dosen dalam memenuhi berkas administrasi akademik para dosen terutama pada pengabdian dan penelitian.

Selain menghasilkan modul pengabdian masyarakat secara nasional ADPERTISI juga telah menerbitkan jurnal ilmiah yang membantu para dosen mempublikasi naskah artikel pengabdian dan lainnya serta membantu anggota menerbitkan naskah buku teks, ungkap kandidat Doktor Manajemen Pascasarjana UMI ini. ***