News  

Secarik Harapan dari Gowa untuk Gaza: Uluran Tangan IKSYAM dan Ketabahan Sheikh Dr. Ibrahim Abdullah

Sebelumnya, Sheikh Ibrahim sempat bermukim di Norwegia. Namun, panggilan jiwa membawanya kembali ke tanah kelahirannya untuk bertugas sebagai dokter sukarelawan (volunteer) di Rumah Sakit Indonesia di Gaza. Di tempat itulah ia mengabdikan keahlian medisnya untuk merawat dan menyelamatkan ribuan korban perang.

Takdir mengujinya dengan sangat berat ketika gempuran bom zionis Israel menghantam kediaman dan tempat tugasnya. Seluruh anggota keluarga beliau gugur menjadi korban kebiadaban serangan tersebut. Sheikh Ibrahim sendiri mengalami luka berat dan tidak sadarkan diri.

br

Oleh NGO Bulan Sabit yang berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI), beliau dievakuasi keluar dari zona konflik. Selama sembilan hari Sheikh Ibrahim terbaring koma. Betapa terkejutnya beliau ketika terbangun dari komanya dan mendapati dirinya tak lagi berada di tanah kelahirannya yang luluh lantak, melainkan sudah terbaring di Banda Aceh.

Kehilangan seluruh keluarga tercinta dan terlempar jauh ke negeri asing secara mendadak tentu menjadi penderitaan luar biasa. Namun, Sheikh Ibrahim adalah sosok penyintas sejati. Terbiasa menghadapi perlakuan tidak adil oleh zionis sejak kecil telah menempa ketangguhan mentalnya untuk tetap bertahan dan bangkit.

BACA JUGA:  Munafri Terima Aspirasi Warga, Tekankan Demokrasi RT Bersih dan Transparan

Dari Nusantara Menebar Syiar dan Harapan

Kini, Sheikh Ibrahim memilih menjadikan Makassar sebagai basis aktivitas dakwahnya. Selama 11 bulan terakhir, beliau secara maraton melakukan safari dakwah mengelilingi berbagai wilayah di Nusantara—mulai dari Aceh, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.

Di sela-sela agenda dakwahnya, beliau aktif mengajar bahasa Arab di berbagai pondok pesantren serta kerap menjadi pembicara dalam seminar-seminar kesehatan. Keahlian medis dan kedalaman ilmu agamanya kini menjadi jalan bagi dirinya untuk terus mengabdi kepada sesama.

Melalui perjalanan panjang dari Gaza hingga ke bumi Sulawesi, Sheikh Dr. Ibrahim Abdullah membuktikan bahwa penderitaan tidak memadamkan cahaya pengabdian. Dan dari panggung Haul Akbar Syekh Yusuf Al-Makassari, pahlawan kemanusiaan asal Gowa, uluran tangan nyata terus mengalir membawa harapan bagi anak-anak yatim di Jabalia.

brbr
brbr
br