Ia menambahkan, Muhammadiyah pada tahun ini telah menerapkan kalender Hijriah global tunggal dengan satu matla’ untuk seluruh dunia, sehingga penentuan 1 Syawal berlaku seragam di berbagai belahan dunia.
*Khutbah Tekankan Taqwa dan Akhlak Mulia*
Sementara itu, dalam khutbah Idulfitri, khatib Ustadz Mawardi Pewangi mengangkat tema tentang pentingnya taqwa sebagai fondasi dalam membentuk akhlak mulia. Ia mengingatkan bahwa ibadah puasa tidak berhenti pada aspek ritual, melainkan harus berdampak pada perilaku sehari-hari.
“Ibadah sejatinya adalah upaya mendekatkan diri kepada Allah yang tercermin dalam hubungan baik dengan sesama manusia dan lingkungan,” ujarnya.
Menurutnya, tujuan utama puasa adalah membentuk pribadi yang bertaqwa, yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga mampu menahan amarah, memaafkan, serta menebarkan kebaikan dalam kehidupan sosial.
Ia juga menyoroti tantangan kehidupan modern, termasuk penggunaan media sosial yang kerap memicu konflik, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang tidak benar.
“Di tengah kehidupan yang serba terbuka, diperlukan benteng iman, ilmu, dan akhlak mulia. Jangan sampai ibadah hanya menjadi rutinitas tanpa memberi dampak pada perilaku,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kualitas keimanan seseorang sangat ditentukan oleh akhlaknya. Oleh karena itu, momentum Idulfitri harus menjadi titik awal untuk meningkatkan kualitas diri, baik dalam hubungan dengan Tuhan maupun sesama manusia.
Khutbah tersebut juga mengajak generasi muda untuk tampil sebagai pribadi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia, serta mampu menghadapi tantangan zaman dengan sikap yang bijak dan berkeadaban.
Pelaksanaan Salat Idulfitri di Unismuh Makassar ini menjadi salah satu pusat kegiatan ibadah yang diikuti ribuan jamaah, sekaligus menjadi ruang refleksi spiritual untuk memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.












