Wisatawan yang tertarik dengan budaya setempat cenderung lebih menghargai produk-produk berbasis kearifan lokal, seperti kerajinan tangan, kuliner tradisional, dan atraksi wisata berbasis komunitas.
Dengan mempertahankan bahasa daerah dalam komunikasi dan promosi pariwisata, masyarakat lokal dapat lebih percaya diri dalam menunjukkan keunikan mereka kepada dunia.
Selain itu ditambahkan dosen Ilmu Pariwisata Unhas ini, penggunaan bahasa daerah dalam pemasaran pariwisata, seperti dalam papan informasi, paket wisata, dan media sosial, dapat meningkatkan daya tarik destinasi dan menjadikannya lebih eksklusif di mata wisatawan domestik maupun mancanegara.












