“Inilah makna kemerdekaan yang harus terus kita perjuangkan,” tandas Syarifuddin.
Delapan puluh satu tahun kemerdekaan juga mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada kemajuan yang lahir dari perpecahan. Para pahlawan kita dahulu datang dari berbagai suku, agama, daerah dan latar belakang. Namun mereka disatukan oleh satu cita-cita: Indonesia merdeka.
Hari ini, semangat itulah yang harus kita hidupkan kembali. Kita boleh berbeda pandangan, berbeda pilihan dan berbeda latar belakang. Tetapi jangan sampai perbedaan membuat kita kehilangan persaudaraan. Jangan mudah terprovokasi. Jangan biarkan kepentingan sesaat mengalahkan kepentingan yang lebih besar: persatuan dan masa depan bangsa.
“Bagi Kabupaten Gowa, persatuan adalah kekuatan dan modal pembangunan. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Kita membutuhkan TNI dan Polri untuk menjaga keamanan, para ulama dan tokoh agama untuk menuntun kehidupan masyarakat, dunia usaha untuk membuka kesempatan ekonomi, serta pemuda, perempuan, akademisi, media dan seluruh masyarakat untuk mengambil bagian dalam pembangunan,” ujar Syarifuddin.
Kemerdekaan adalah nikmat Allah SWT yang harus kita syukuri. Dan syukur terbaik bukan hanya dengan ucapan, tetapi dengan pengabdian, kejujuran, kepedulian dan menjaga persatuan.
“Mari kita lanjutkan perjuangan para pahlawan dengan karya terbaik kita. Mari mulai dari diri sendiri. Mari mulai dari keluarga. Mari mulai dari lingkungan kita. Mari kita isi kemerdekaan dengan kerja nyata, hati yang tulus, persatuan yang kuat dan keberpihakan kepada rakyat. Dari Gowa, mari kita kobarkan semangat untuk Indonesia yang semakin berdaulat, adil dan makmur,” pungkas Syarifuddin.
Lomba 17-an
Rangkaian upacara dilanjutkan dengan pengumuman juara dan penyerahan hadiah kepada para juara beberapa lomba 17-an lingkup RS PKU Muhammadiyah Unismuh Makassar.
Lomba Game Naga Balon dijuarai Unit UPSRS, disusul Unit Cleaning Service, dan Unit Poliklinik. Lomba Rebut Gelas dimenangkan oleh Unit Satpam, menyusul Unit Admisi, dan Unit Poliklinik.
Unit Kamar Bersalin menjuarai Lomba Estafet Balon, disusul Unit Kamar Perawatan An Najm, dan Unit Sanitasi, Kamar Jenazah, IT, Inventaris.
Lomba Estafet Sarung dijuarai Unit Cleaning Service, menyusul Unit Gizi, dan Unit Manajemen I, sedangkan Lomba Estafet Bola Paralon dimenangkan Unit Satpam, disusul Unit Radiologi, dan Unit Poliklinik.
Para peserta upacara juga makan dan minum bersama seusai upacara antara lain bubur kacang ijo dan kacang rebus dalam suasana santai dan ceria.












