Mendengar percakapan istrinya dengan warga tersebut, Sukardi Weda langsung keluar dari kamar dan menemui warga tersebut. Sukardi Weda mengatakan bahwa melayani warga tanpa embel-embel, tanpa fee.
Namun warga tersebut tetap bersikukuh untuk menyerahkan uang itu, akhirnya Sukardi Weda mengambil keputusan untuk menerima uang tersebut, tetapi uang tersebut ia masukkan ke kas RT, kebetulan juga komplek akan dicat, kata Sukardi.
Tidak lama berselang komplek kemudian dicat dan yang mengecat adalah Sukardi Weda sendiri sebagai Ketua RT dibantu oleh seorang pekerja.
Ada satu lagi pesan Prof Sukardi Weda, dalam melayani warga, harus hati-hati serta check and recheck, jangan-jangan ada warga yang meminta keterangan dengan rada memaksa, padahal itu menyalahi ketentuan atau aturan, sebagai contoh ada warga minta keterangan belum menikah untuk keperluan membeli rumah subsidi, dan di KK-nya masih tertulis belum menikah, padahal dia sudah menikah.












