Sebagai Ketua RT, Sukardi Weda menegaskan harus mau bekerja dengan hati, yakni ia harus menjadi penggerak, menjadi contoh bagi warga dan memberikan pelayanan prima kepada warga.
Menjadi Ketua RT, jangan money oriented, jangan berpikir uang, tetapi berikan layanan tanpa pamrih, tanpa mengharapkan sesuatu dari warga.
Bila ada masalah antar warga, atau masalah di antara keluarga komplek (RT), termasuk konflik suami istri, Ketua RT harus hadir dan turun membantu untuk mencarikan solusi terbaik.
Sukardi Weda punya pengalaman untuk menyelesaikan konflik suami istri, hingga bersama dengan istrinya, datang ke Polda Sulsel untuk menyelesaikan masalah warganya.
Sukardi juga menyampaikan, Ketua RT juga harus memahami dengan baik kondisi lingkungan, harus setiap saat mengajak warga untuk membersihkan komplek supaya lingkungan elok dan indah dipandang.
Selama menjabat sebagai PJS RT, Sukardi Weda punya banyak pengalaman unik. Suatu ketika, Sukardi sedang di kamar menyelesaikan tugas keseharian sebagai akademisi, lalu datang seorang warga dan orang tersebut memberikan uang Rp. 100.000, yang menurutnya sebagai ucapan terima kasih atas layanan yang diberikan oleh RT kepadanya.
Si Bapak tersebut berterima kasih karena dibantu untuk mencarikan beberapa tanda tangan dari warga yang berbatasan langsung dengan tanahnya, kebetulan warga tersebut ingin menaikkan status tanah miliknya.
Andi Rusbanna, yang juga istri Sukardi Weda, telah berulang kali menolak pemberian tersebut dengan mengatakan bahwa tidak perlu ada seperti itu, namun warga tersebut bersikukuh untuk tetap memberikan uang yang nominalnya Rp. 100.000 itu, dengan alasan sudah ia niatkan.
Mendengar percakapan istrinya dengan warga tersebut, Sukardi Weda langsung keluar dari kamar dan menemui warga tersebut. Sukardi Weda mengatakan bahwa melayani warga tanpa embel-embel, tanpa fee.
Namun warga tersebut tetap bersikukuh untuk menyerahkan uang itu, akhirnya Sukardi Weda mengambil keputusan untuk menerima uang tersebut, tetapi uang tersebut ia masukkan ke kas RT, kebetulan juga komplek akan dicat, kata Sukardi.
Tidak lama berselang komplek kemudian dicat dan yang mengecat adalah Sukardi Weda sendiri sebagai Ketua RT dibantu oleh seorang pekerja.
Ada satu lagi pesan Prof Sukardi Weda, dalam melayani warga, harus hati-hati serta check and recheck, jangan-jangan ada warga yang meminta keterangan dengan rada memaksa, padahal itu menyalahi ketentuan atau aturan, sebagai contoh ada warga minta keterangan belum menikah untuk keperluan membeli rumah subsidi, dan di KK-nya masih tertulis belum menikah, padahal dia sudah menikah.












