Ma’REFAT INSTITUTE Bahas Spiritualitas Bung Hatta dan Karakter Bangsa

Ma'Refat Institute
Pemantik dari kiri ke kanan Muttaqin Azikin dan Zulkarnain Hamson

“Bung Hatta adalah nilai. Selama ini, kisahnya hanya disempitkan pada proklamasi kemerdekaan, sebagai salah seorang proklamator yang mendampingi Bung Karno. Bung Hatta adalah nilai yang teguh: spiritualitas dan intelektualitas yang mengakar pada bangsanya,” Ujar Zulkarnain memberi responsnya.

Masih dalam tanggapan Muttaqin, distorsi praktik dan pemikiran politik saat ini bisa terjadi karena pemimpin bangsa kita tidak memiliki pemahaman eskatologis. Bung Hatta pernah berkata, “Kewajiban kita di dunia ini adalah menjalankan perintah Tuhan untuk mencapai masyarakat yang baik”. Untuk mewujudkan sebuah masyarakat yang baik mesti menempuh dua sendi pokok, yaitu keadilan dan cinta kasih yang dengan itu akan melahirkan kedamaian. Inilah pesan inti dari agama yang ingin disampaikan oleh Bung Hatta. “Jadi bagi saya, beliau bukan negarawan biasa, itu terlihat dalam perjalanan spiritualnya,” pungkas Muttaqin menutup sesi diskusi.

Melalui program “Membaca Kembali Bung Hatta”, kegiatan ini diharapkan mampu memberi pemahaman yang mendalam tentang sosok proklamator bangsa ini. Menjadikan Bung Hatta sebagai teladan dalam membangun karakter bangsa agar melahirkan generasi yang memiliki nilai-nilai luhur seperti integritas, patriotisme, dan intelektualitas yang dibalut dengan pemahaman spiritual yang mendalam.

BACA JUGA:  Alumni SMANSA 82 Buka Puasa Bersama, Azhary Sirajuddin : Bulan Ramadhan Bisa Memberikan Nilai Positif

Diskusi ini dihadiri oleh peserta dari berbagai kalangan, baik dari mahasiswa, dosen, aktivis lingkungan dan juga pelaku usaha sera karyawan swasta. (EMW)