NusantaraInsight, Makassar — “Jangan risau dengan jumlah jamaah yang sedikit, karena Allah tidak menilai dari banyaknya kita, akan tetapi niat untuk menolong saudara kita di Palestina,” ungkap KH.Muh.Said Abd Samad Lc saat mengawali tausiahnya pada Tabligh Akbar Sulawesi Selatan Bersama Palestina, Ahad (4/5/2025).
Acara yang digelar di Masjid Darul Falah Minasa Upa Makassar itu juga menghadirkan sejumlah narasumber seperti Dr.KH.Hasan Basri Rahman M, BA (Amir Makram & Ketua Ikakas), KH.Muh.Said Abd Samad LC (Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar) dan Akhi Rahman (CEO Amazing Insight) dan Ust Arief Ramadhani.
KH.Muh.Said Abd Samad kemudian menceritakan kisah seekor semut yang berniat menolong Nabi Ibrahim AS saat dibakar oleh Raja Namrud.
Menurutnya, peristiwa Nabi Ibrahim yang dibakar Raja Namrud adalah satu satu kisah yang diceritakan dalam Al-Qur’an. Peristiwa tersebut termuat dalam Surah Al-Anbiya sebagai berikut:
“Mereka berkata, ‘Bakarlah dia [Ibrahim] dan bantulah tuhan-tuhan kamu jika kamu benar-benar hendak berbuat.’Kami [Allah] berfirman, ‘Wahai api, jadilah dingin dan keselamatan bagi Ibrahim!’ Mereka hendak berbuat jahat terhadap Ibrahim, tetapi Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling rugi, (QS. Al-Anbiya [21]: 68-70).
Dari peristiwa Nabi Ibrahim yang akan dibakar oleh Raja Namrud terdapat satu kisah semut yang membawa setetes air untuk Nabi Ibrahim.
Ketika api menyala-nyala, semut tidak tinggal diam. Sekumpulan semut berpikir keras bagaimana caranya menyelamatkan Nabi Ibrahim meski ia bertubuh kecil.
Akhirnya sekumpulan semut membuat bejana dari kayu kecil untuk mengambil air dari danau. Setetes demi setetes air mereka kumpulkan untuk menolong Nabi Ibrahim yang hendak dibakar Raja Namrud. Di tengah perjalanan menuju danau, semut bertemu seekor gagak. Gagak itu kemudian bertanya kepada semut, “Wahai semut, apa yang kamu pikul itu sampai kau begitu payah membawanya?”
“Aku membawa bejana berisi air. Tidakkah kamu mendengar kalau Namrud akan membakar Nabi Ibrahim? Aku ingin membantu memadamkan api Namrud yang membakar Nabi Ibrahim,” jawa sekumpulan semut.
“Apakah kamu merasa yakin bisa memadamkan api besar Namrud dengan setetes air itu?”, cetus gagak sambil mengejek.
Semut menjawab, “Aku tahu setetes air yang kubawa tidak akan bisa memadamkan api besar Namrud, tetapi dengan ini aku bisa memastikan di pihak manakah aku berada (di pihak Allah).”
Lebih dalam KH Muh. Said Abd Samad memaknai kisah semut itu dengan keadaan masyarakat Indonesia yang dapat membantu penduduk Palestina yang tengah berduka.
Bantuan tersebut dapat melalui apapun seperti sumbangan hingga doa. Sebab bantuan yang diberikan akan berguna bagi mereka, dan menjadi ladang amal yang diganjar pahala oleh Allah Swt