Sementara itu, panitia penyelenggara pemilihan Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Takalar H. Murdalin, S.Pd., MM, angkat bicara terkait isu dugaan adanya praktik politik uang sebesar Rp3 juta per kepala desa yang dikaitkan dengan proses suksesi.
H. Murdalin, S.Pd., MM, yang juga Kepala Desa Biringkassi, Kecamatan Galesong Utara, menegaskan bahwa isu tersebut tidak benar dan sama sekali bukan ranah panitia. Ia memastikan, panitia hanya berfokus pada teknis pelaksanaan musyawarah daerah (Musda) yang dijadwalkan berlangsung bulan ini di Kota Makassar.
“Praktik itu bukanlah ranah kami. Jika ada pihak yang melakukan money politik untuk kepentingan kandidat tertentu, itu murni urusan mereka. Kami sebagai panitia tidak tahu-menahu soal itu,” tegas Murdalin saat dikonfirmasi via telepon, Kamis (21/8/2025) seperti dilansir dari Berita Pers
Ia juga menekankan bahwa panitia tidak pernah sekalipun terlibat dalam upaya memobilisasi suara dengan iming-iming uang ataupun bentuk lainnya.
“Fokus kami sekarang hanya bagaimana memastikan penyelenggaraan Musda APDESI Takalar ini berjalan lancar, demokratis, dan sesuai aturan. Kami ingin agenda ini menjadi momentum yang bermartabat untuk seluruh kepala desa,” ujarnya.
Murdalin menambahkan, berbagai persiapan teknis, mulai dari lokasi hingga tata tertib Musda, terus dimatangkan. Rencananya, agenda akbar tersebut akan digelar di salah satu hotel di Makassar dengan melibatkan seluruh perwakilan kepala desa di Kabupaten Takalar.
“Saya berharap semua kandidat dan pendukung bisa menjaga suasana tetap kondusif. Mari kita kedepankan semangat kebersamaan demi kebaikan desa-desa di Takalar,” pungkasnya.












