Empat hal ini, pelan tapi pasti, akan membuat AI lebih superior dari individu ulama, biksu dan pendeta manapun, soal keluasan dan kedalaman informasi agama.
“Tapi saya berpandangan, ulama, pendeta, dan biksu akan terus berperan. Hanya saja peran mereka tak lagi sedominan dulu,” kata konsultan politik yang rajin menulis puisi ini.
Tadarus Ramadan penuh Tokoh
Acara Tadarus Puisi Ramadan berlangsung meriah. Semua kursi yang tersedia terisi penuh. Para tokoh yang hadir membacakan puisi: Helmi Yahya, Wina Armada, Nasir Tamara, dan lainnya. Alunan piano yang dimainkan oleh Marusya Nainggolan mampu membuat tamu Tadarus Puisi Ramadan memberikan tepuk tangan gemuruh.
Penyair senior dan profesional juga tampil memikat, seperti Sutardji Calzoum Bachri, Yose Rizal Manua, Aspar Paturusi, Agus R. Sarjono, Jamal D. Rahman, dan lainnya. Suara Sutardji masih bertenaga ketika membacakan puisi sambil menyanyikan lagu-lagu berirama blues. Dan gaya di panggungnya banyak mendapat tepuk tangan dari pengunjung.
(Jonminofri)












