“Kami membuka pintu seluas-luasnya untuk saran, ide, dan kritik konstruktif demi kemajuan alumni. Mari kita menjadikan IKA Unhas sebagai rumah bersama yang inklusif dan inspiratif,” katanya.
Kebersamaan dalam Berorganisasi
Mengakhiri sambutannya, Prof. Ninik mengingatkan kembali filosofi kebersamaan yang berasal dari budaya Bugis, yaitu sipakatau (saling memanusiakan), sipakalebbi (saling menghargai), dan sipakainge (saling mengingatkan).
Filosofi ini diharapkan menjadi landasan dalam menggerakkan organisasi IKA Unhas di DIY agar lebih solid dan mampu berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah dan agenda nasional.
Terbentuknya kepengurusan yang baru, diharapkan IKA Unhas DIY akan semakin mempererat solidaritas alumni dan berperan serta dalam berbagai kegiatan sosial serta kebangsaan. ***












