Ia mencontohkan perjuangan warga yang harus berpindah dari satu pulau, menyeberang ke daratan kota, lalu melanjutkan perjalanan ke pulau lain hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Kondisi ini menunjukkan perlunya sistem transportasi terpadu dan jembatan penyeberangan laut yang aman.
“Ini, yang sedang kami cari solusinya. Kami membutuhkan transportasi dan sarana penyeberangan yang lebih layak, kapal atau perahu untuk membantu warga pulau,” tuturnya.
“Kami Pemerintah Kota terus berupaya menghadirkan pemerataan pembangunan antara wilayah daratan dan kepulauan,” tambah Munafri.
Menurutnya, tantangan geografis tidak boleh menjadi alasan bagi pemerintah untuk membiarkan kesenjangan layanan publik.
Saat ini, Kota Makassar memiliki sekitar 12 pulau berpenghuni dan destinasi strategis, yakni Pulau Langkai, Barrang Lompo, Samalona, Kodingareng Keke, Barrang Caddi, Lanjukkang, Lumu-lumu, Bone Tambung, Kodingareng, Lae-lae, Kayangan, dan Lae-lae.












