Selain itu, Gubernur Sugianto melihat ajang MTQ Korpri ini sebagai momentum untuk mempromosikan potensi pariwisata dan UMKM di Kalimantan Tengah. Dengan diselenggarakannya MTQ di Palangkaraya, Sugianto berharap perekonomian daerah akan meningkat, khususnya melalui sektor pariwisata dan usaha mikro kecil menengah.
“Ini adalah kesempatan bagi Kalimantan Tengah untuk memperkenalkan keindahan alam dan budaya kami kepada para peserta yang datang dari seluruh Indonesia. Kami juga berusaha memaksimalkan potensi UMKM lokal untuk mendukung kebutuhan selama pelaksanaan MTQ ini,” tambahnya.
Gubernur Sugianto menekankan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mendukung penuh pelaksanaan MTQ ini. Selain untuk mempromosikan potensi pariwisata dan ekonomi lokal, Gubernur juga berharap MTQ Korpri dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan sektor pariwisata dan UMKM di wilayahnya.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan untuk menjadi tuan rumah MTQ Korpri. Kami berharap agar seluruh peserta dapat merasakan kehangatan serta keramahan Kalimantan Tengah dan juga bisa menikmati keindahan alam serta budaya yang kami miliki,” ungkap Sugianto.
Sugianto menambahkan bahwa Pemerintah Kalimantan Tengah telah menyiapkan berbagai fasilitas dan dukungan untuk menyukseskan penyelenggaraan MTQ VII Korpri. Dengan suksesnya ajang ini, ia berharap Kalimantan Tengah bisa semakin dikenal sebagai destinasi wisata yang menarik serta sebagai daerah yang mendukung pengembangan UMKM.
MTQ VII Korpri kali ini mencatatkan tingkat partisipasi tertinggi sejak pertama kali diadakan, dengan keikutsertaan 1.700 peserta dan ofisial dari 35 provinsi serta 54 kementerian dan lembaga. Jumlah peserta ini meningkat pesat dibandingkan dengan MTQ Korpri pertama yang hanya diikuti 20 kafilah.
Prof. Zudan menilai bahwa tingginya antusiasme peserta merupakan cerminan dari semangat ASN dalam mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an di lingkungan kerja mereka. Ia berharap, dengan terus meningkatnya partisipasi ASN, nilai-nilai keagamaan dalam bekerja sebagai pelayan publik juga semakin kuat.
“Kami ingin agar ASN tidak hanya menjadi profesional dalam menjalankan tugasnya, tetapi juga memiliki landasan spiritual yang kuat melalui pemahaman nilai-nilai Qurani. Inilah misi utama MTQ Korpri, yakni menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara,” tuturnya.
Prof. Zudan menambahkan bahwa MTQ Korpri merupakan salah satu ajang penting dalam memperkuat peran ASN sebagai pelayan publik yang berlandaskan nilai-nilai Qurani. Menurutnya, MTQ ini diharapkan dapat menjadi ajang pembinaan spiritual bagi para ASN agar semakin memahami dan mengimplementasikan ajaran Al-Qur’an dalam pekerjaan sehari-hari.












