Selain itu, rombongan juga mengisi instrumen evaluasi dan melakukan wawancara singkat dengan guru-guru untuk mendalami penerapan pembelajaran holistik yang dijalankan.
Usai peninjauan, kegiatan dilanjutkan dengan rapat bersama yang membahas implementasi kurikulum secara detail. Diskusi mencakup program kantin sehat, pemeriksaan kesehatan anak secara berkala, serta berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung perkembangan anak secara menyeluruh.
Titin Florentina menyebutkan sejumlah hal yang menjadi pelajaran berharga, di antaranya kurikulum berbasis tugas perkembangan anak, program belajar sesuai kebutuhan siswa, kegiatan Parents Learning yang melibatkan orang tua, desain ruang kelas serta alat permainan yang ramah anak, hingga pola kerja sama yang harmonis antara yayasan dengan tenaga pendidik.
“Guru-guru di sini terlihat sangat fokus dalam memberikan pendampingan kepada anak. Kami melihat sinergi yang kuat antara guru, yayasan, dan orang tua, sehingga atmosfer belajar menjadi menyenangkan dan penuh dukungan,” tambahnya.
Melalui kunjungan ini, Titin berharap Pokja Bunda PAUD Kota Makassar dapat membawa pulang praktik baik yang bisa direplikasi PAUD di Makassar.
“Harapannya, upaya ini mampu mewujudkan pendidikan anak usia dini yang berkualitas, holistik, dan ramah anak,” pungkasnya