News  

Munafri Paparkan Program Unggulan Kelurahan Gunung Sari untuk Penilaian Nasional 2026

Sementara untuk keamanan, pemerintah kelurahan membangun sinergi bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas sebagai tiga pilar keamanan dan ketertiban masyarakat.

Pengamanan berbasis masyarakat juga diperkuat melalui Linmas, Poskamling dan CCTV yang tersebar di sejumlah titik wilayah.

Kelurahan juga memiliki Komunitas Informasi Masyarakat dan Sadar Hukum serta mekanisme pelaporan ke Selter Warga untuk mengantisipasi dan menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Berdasarkan data Polsek Rappocini hingga 30 September 2026, tercatat dua kasus kriminal di wilayah Kelurahan Gunung Sari.

Sementara di bidang kesehatan, Gunung Sari mengintegrasikan penanganan stunting dengan sistem kolaborasi masyarakat yang telah dibangun.

Tim Pendamping Keluarga yang terdiri dari kader KB, kader PKK dan kader kesehatan melakukan pemantauan dan melaporkan kondisi anak kepada Posyandu Era Baru.

Posyandu kemudian melakukan pemantauan pertumbuhan anak berisiko stunting dan anak stunting, pemberian vitamin dan suplemen, serta memastikan kelengkapan imunisasi.

Dukungan juga datang dari relawan stunting melalui program pemberian makanan bergizi bagi anak berisiko stunting, ibu hamil, ibu menyusui dan balita.

BACA JUGA:  Pajak Maros Audiensi ke Kejari Maros

Ahmad menyebut, berdasarkan data Puskesmas Mangasa per 30 September 2026, terdapat tujuh kasus stunting di Kelurahan Gunung Sari.

Pemerintah kelurahan menargetkan angka tersebut terus ditekan hingga mencapai zero stunting.

“Kami optimistis tahun depan. Dana kelurahan juga kami anggarkan untuk pemberian makanan tambahan terhadap anak-anak stunting,” ungkapnya.

“Kami juga terus mencarikan dana CSR untuk penanganan stunting karena zero stunting di wilayah kelurahan kami sangat penting,” lanjutnya.

Di sisi lain, Kelurahan Gunung Sari juga memanfaatkan aset Pemerintah Kota Makassar sebagai ruang interaksi masyarakat.

Kantor kelurahan, Sekretariat LPM, Sekretariat Tim PKK hingga Baruga Barasa digunakan sebagai ruang pertemuan dan aktivitas warga.

Menurut Ahmad, Baruga Barasa bahkan dimanfaatkan anak-anak sebagai tempat berkumpul dan melakukan berbagai aktivitas.

“Kami gunakan untuk bagaimana kami bersama warga di sini sebagai balai pertemuan. Anak-anak juga bisa berkumpul dan melakukan aktivitas di balai tersebut,” tukasnya. (*)