News  

Munafri Paparkan Program Unggulan Kelurahan Gunung Sari untuk Penilaian Nasional 2026

“Di website kelurahan kami ini terintegrasi dengan program-program unggulan Pemerintah Kota. Kegiatan masyarakat seperti urban farming, jenis tanaman yang ditanam warga, sampai UMKM yang dibina Tim Penggerak PKK kami rangkum di dalam satu website,” jelasnya.

Untuk pengaduan masyarakat, Kelurahan Gunung Sari memanfaatkan aplikasi Lontara+, sedangkan pelaporan dan administrasi pemerintahan didukung sejumlah sistem digital.

Di sektor ketahanan pangan, Kelurahan Gunung Sari mengembangkan urban farming dengan memanfaatkan pekarangan rumah, lahan sempit dan lahan tidur.

Warga didorong mengelola lahan dengan sistem vertikultura dan berbagai metode pertanian sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan permukiman.

Menurut Ahmad, program tersebut terus berkembang seiring dukungan Pemerintah Kota Makassar melalui pelatihan maupun bantuan kepada kelompok masyarakat.

“Urban farming yang ada di kelurahan kami terus bertambah. Banyak lahan sempit maupun lahan tidur milik perumahan yang kami akomodir melalui urban farming berbasis masyarakat,” ujarnya.

Konsep tersebut kemudian diintegrasikan dengan pengelolaan sampah. Untuk sampah organik, masyarakat memanfaatkan sistem TEBA, ember tumpuk, komposter dan biopori.

BACA JUGA:  Bidik Ekosistem Umrah Terintegrasi, JARDY Travel Gandeng BPRS Harum Hikmahnugraha

Sistem TEBA diterapkan dengan melibatkan RT dan RW, sementara ember tumpuk dan komposter dikembangkan di rumah-rumah warga.

Adapun sampah anorganik dikelola melalui bank sampah yang mendorong masyarakat mengubah sampah plastik menjadi nilai ekonomi.

Bahkan, Gunung Sari mengembangkan program sampah anorganik tukar pangan atau tukar sayur yang dikaitkan dengan keberadaan urban farming.

“Integrasi antara pengurangan sampah organik dan urban farming itu terus berjalan di kelurahan kami,” katanya.

Edukasi pemilahan sampah juga diperkuat melalui keterlibatan tokoh masyarakat dan pengurus masjid.

Untuk ketahanan ekonomi, Kelurahan Gunung Sari membangun pola pembinaan UMKM melalui dua pilar, yakni Tim Penggerak PKK dan Koperasi Merah Putih.

PKK berperan membentuk dan membina UMKM baru melalui pelatihan keterampilan, kewirausahaan, pendampingan usaha rumahan hingga akses permodalan melalui Rumah Nilan.

Setelah UMKM tumbuh, Koperasi Merah Putih diarahkan memperluas jaringan pemasaran, meningkatkan kualitas produk dan kemasan, serta membuka akses pelatihan bagi pelaku usaha.

Sejumlah produk UMKM Gunung Sari bahkan telah memperoleh izin usaha dan sertifikat halal serta mulai mendapatkan pesanan dari luar daerah.

BACA JUGA:  Pemkot–YOSS Satu Visi, Karebosi Disiapkan Jadi Ruang Publik Modern

“TP PKK bertugas membina dan membentuk UMKM baru. Setelah itu Koperasi Merah Putih memperluas jaringan pemasaran, meningkatkan kualitas produk dan packaging, serta membantu peningkatan kapasitas pelaku UMKM,” jelas Ahmad.

Kelurahan Gunung Sari juga tidak meninggalkan aspek kebudayaan dalam membangun ketahanan wilayah.

Salah satu yang dipertahankan adalah keberadaan bangunan adat yang masih terjaga hingga kini.

Selain itu, berbagai tradisi lokal seperti Pasili, ritual adat yang disebut memiliki kemiripan dengan tradisi siraman, masih dilaksanakan masyarakat.

Pengembangan seni budaya juga dilakukan melalui sanggar-sanggar tari yang tetap aktif di wilayah kelurahan.

“Budaya-budaya lokal masih terus berjalan. Pasili menjadi rutin, kemudian pengembangan seni budaya melalui sanggar-sanggar tari juga masih terus berjalan,” terangnya.

Di sektor kebencanaan, Kelurahan Gunung Sari memiliki Panggawa Bencana Kelurahan yang diperkuat dengan peta mitigasi bencana.

Peta tersebut ditempatkan di Posko Panggawa Bencana dan Kantor Kelurahan sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana.