News  

Munafri-Aliyah Salat iduladha di Lapangan Karebosi

“Keluarga Nabi Ibrahim dan Ismail menunjukkan bahwa cinta kepada Allah harus melebihi segalanya. Maka, setiap keluarga di rumah harus meneladani cinta yang tulus kepada Allah,” ujar Ustadz Das’ad dalam ceramahnya di hadapan ribuan jamaah.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa setan akan selalu menggoda manusia dari berbagai arah-baik kepada ayah, ibu, maupun anak-untuk menjauhkan mereka dari nilai-nilai keimanan dan ketaatan.

Ustadz Das’ad juga mengingatkan pentingnya rasa syukur atas segala nikmat yang telah diterima, baik berupa jabatan, kelapangan rezeki, maupun lunasnya utang. Ia menegaskan bahwa bentuk syukur yang sejati bukan hanya dengan ucapan, melainkan dengan tindakan nyata.

“Kalau sudah jadi kadis, sekda, atau nikmat utang sudah lunas, maka bersyukurlah. Cara bersyukur itu dengan salat dan sedekah,” pesannya.

Ceramah tersebut ditutup dengan penggalan ayat dari Surah Ar-Rahman, “Fabiayyi aalaaa’i robbikumaa tukazzibaan” artinya “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan”. Ini sebagai pengingat akan banyaknya nikmat Allah yang patut disyukuri. (*)

BACA JUGA:  PWI Sulsel 'Move On: Stop "Beban Anggaran" Kunjungan Pengurus Provinsi