Rencana pelaksanaan seminar mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Pemerintah Kabupaten Takalar menilai kegiatan tersebut sejalan dengan upaya penguatan literasi budaya lokal sekaligus mendukung program pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
Selain pemerintah daerah, dukungan juga datang dari para tokoh masyarakat, akademisi, dan pegiat budaya yang menilai pelestarian bahasa daerah harus menjadi gerakan bersama. Menurut mereka, bahasa dan aksara merupakan bagian penting dari identitas masyarakat yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya.
Melalui seminar pra-Mubes ini, PERMATA berharap lahir komunitas-komunitas kreatif anak muda yang mampu memanfaatkan media sosial sebagai sarana kampanye pelestarian bahasa Makassar dan aksara Lontara secara berkelanjutan. Organisasi ini juga mendorong hadirnya dukungan regulasi dari Pemerintah Kabupaten Takalar, baik dalam bentuk Peraturan Bupati maupun Peraturan Daerah, guna memperkuat upaya pelestarian bahasa dan budaya lokal di tengah tantangan era modern.













