Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara berkomitmen penuh menciptakan iklim investasi yang transparan, kondusif, dan kompetitif. Pemda menjamin kemudahan fasilitasi bagi para investor, baik dari sisi penyederhanaan izin usaha maupun pemenuhan kebutuhan investasi lainnya.
“Kami menyambut hangat para investor untuk menanamkan modalnya di Kalimantan Utara. Pihak pemerintah siap memberikan pengawalan maksimal dalam pengurusan perizinan serta pemenuhan kebutuhan investasi,” ujarnya mantap.
Di sisi lain, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai sinergi antara Jatim dan Kaltara merupakan langkah taktis untuk menjembatani kapasitas produksi daerah dengan kebutuhan pasar nasional. Ia menekankan bahwa integrasi jaringan antardaerah menjadi kunci utama agar komoditas unggulan lokal sanggup menembus pasar yang lebih luas dengan daya saing yang mantap.
“Agenda kita hari ini merupakan upaya menemukenali kembali komoditas unggulan Kaltara yang luar biasa agar mampu terhubung dengan jejaring bisnis yang jauh lebih solid dan luas,” jelas Khofifah.
Khofifah pun menggarisbawahi peran vital Jawa Timur, khususnya Surabaya, sebagai hub utama perdagangan dan rantai distribusi. Jalur konektivitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai gerbang strategis untuk memboyong produk unggulan Kalimantan Utara menuju pasar nasional hingga merambah pasar global.
“Jika hendak menyasar pasar ekspor, jalur paling efisien dan ekonomis adalah melalui pintu Surabaya,” tuturnya.
Dengan demikian, nilai transaksi Rp2,01 triliun tidak sekadar angka di atas kertas. Di balik nominal tersebut, terbuka kesempatan besar untuk mendongkrak kapasitas produksi, memperluas jangkauan bisnis, memajukan sektor UMKM, menyerap tenaga kerja baru, serta meningkatkan nilai tambah komoditas lokal dari kedua belah pihak.
Ajang Misi Dagang dan Investasi Jatim-Kaltara ini membuktikan bahwa pembangunan ekonomi akan berjalan jauh lebih cepat ketika pemerintah, pelaku usaha, investor, sektor perbankan, dan masyarakat berkolaborasi dalam satu ekosistem yang terintegrasi. Potensi lokal yang semula bergerak sendiri-sendiri kini terhubung langsung dengan sumber modal, kepastian pasar, sentuhan teknologi, dan jalur distribusi yang luas.
Dari Kota Tarakan, kemitraan kedua provinsi ini memancarkan pesan optimistis bahwa daerah memegang peranan kunci sebagai pendorong utama roda ekonomi nasional. Jawa Timur dengan keunggulan sektor industri, perdagangan, dan jaringan logistiknya berpadu harmonis dengan Kalimantan Utara yang kaya akan SDA serta bertempat di posisi strategis wilayah perbatasan.

br
br






br





