News  

Misi Dagang Jatim-Kaltara 2026: Sinergi Dua Provinsi Hasilkan Rp2,01 Triliun

“Agenda kita hari ini merupakan upaya menemukenali kembali komoditas unggulan Kaltara yang luar biasa agar mampu terhubung dengan jejaring bisnis yang jauh lebih solid dan luas,” jelas Khofifah.

Khofifah pun menggarisbawahi peran vital Jawa Timur, khususnya Surabaya, sebagai hub utama perdagangan dan rantai distribusi. Jalur konektivitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai gerbang strategis untuk memboyong produk unggulan Kalimantan Utara menuju pasar nasional hingga merambah pasar global.

“Jika hendak menyasar pasar ekspor, jalur paling efisien dan ekonomis adalah melalui pintu Surabaya,” tuturnya.

Dengan demikian, nilai transaksi Rp2,01 triliun tidak sekadar angka di atas kertas. Di balik nominal tersebut, terbuka kesempatan besar untuk mendongkrak kapasitas produksi, memperluas jangkauan bisnis, memajukan sektor UMKM, menyerap tenaga kerja baru, serta meningkatkan nilai tambah komoditas lokal dari kedua belah pihak.

Ajang Misi Dagang dan Investasi Jatim-Kaltara ini membuktikan bahwa pembangunan ekonomi akan berjalan jauh lebih cepat ketika pemerintah, pelaku usaha, investor, sektor perbankan, dan masyarakat berkolaborasi dalam satu ekosistem yang terintegrasi. Potensi lokal yang semula bergerak sendiri-sendiri kini terhubung langsung dengan sumber modal, kepastian pasar, sentuhan teknologi, dan jalur distribusi yang luas.

BACA JUGA:  Pimpinan Pusat Kukuhkan 519 Da’i Muda Muhammadiyah Sulsel

Dari Kota Tarakan, kemitraan kedua provinsi ini memancarkan pesan optimistis bahwa daerah memegang peranan kunci sebagai pendorong utama roda ekonomi nasional. Jawa Timur dengan keunggulan sektor industri, perdagangan, dan jaringan logistiknya berpadu harmonis dengan Kalimantan Utara yang kaya akan SDA serta bertempat di posisi strategis wilayah perbatasan.

Ke depannya, hasil kesepakatan Rp2,01 triliun ini diharapkan menjadi batu lompatan untuk mencetuskan kerja sama yang lebih masif dan berkelanjutan. Bukan hanya memperluas arena perdagangan dan investasi, melainkan juga memacu peningkatan mutu produk, menguatkan UMKM, memperluas penyerapan tenaga kerja, serta menghadirkan dampak ekonomi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

Pada akhirnya, Misi Dagang dan Investasi Jatim-Kaltara kian mempertegas keyakinan bahwa ketahanan ekonomi Indonesia dapat dibangun melalui sinergi antardaerah yang kokoh. Ketika potensi daerah dipertemukan dengan peluang pasar dan diperkuat lewat kemitraan erat, transaksi ekonomi tak lagi sebatas angka, melainkan menjelma menjadi energi baru bagi pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan rakyat, dan kemajuan bangsa.

Mengakhiri rangkaian acara, Gubernur Khofifah didampingi Gubernur Zainal melakukan peninjauan ke stand-stand yang memamerkan dan menjajakan produk kerajinan, kain batik, souvenir, kue-kue, cemilan hingga buah-buahan khas dari kedua daerah provinsi ini. (*)