News  

Misa Syukur Keuskupan Larantuka: Mengurai Ekologi Iman, Pemberdayaan Ekonomi, dan Indahnya Toleransi Perantau

Pada kesempatan yang sama, Uskup Hans memaparkan arah pastoral Keuskupan Larantuka yang hendak menjadikan pemberdayaan ekonomi sebagai wujud nyata dari ekspresi iman. Langkah strategis ini dinilai amat relevan mengingat kondisi perekonomian di Flores Timur dan Lembata saat ini masih menghadapi berbagai keterbatasan.

“Kita berkomitmen agar lewat kapasitas yang ada, rasa percaya diri masyarakat dapat dipupuk dan potensi lokal bisa dimekarkan. Oleh sebab itu, fokus utama kita arahkan pada pemberdayaan ekonomi sebagai bentuk ekspresi iman,” tegasnya.

br

Sementara itu, Ketua Panitia Kolonel Yohanes Wain menyampaikan bahwa partisipasi aktif para perantau Muslim asal Lembata dan Flores Timur bukanlah sebatas kebetulan. Hal tersebut merupakan manifestasi nyata dari nilai-nilai kebudayaan suku Lamaholot yang sejak purbakala memegang teguh kekeluargaan, kesetaraan, dan toleransi melalui filosofi gemohing (semangat gotong royong tanpa sekat) yang terus diwariskan hingga ke tanah perantauan.

Ia juga memanjatkan rasa syukur atas kelancaran rangkaian acara tersebut, meski masa persiapan kepanitiaan tergolong amat singkat. Semua keberhasilan ini, tegasnya, tak lepas dari soliditas dan sinergi erat seluruh elemen perantau dari kedua kabupaten tersebut. (*)

brbr
BACA JUGA:  Aliyah Hadiri Pembukaan CID-8 di IKN
brbr
br