News  

Malam Takziah, Dua Mantan Dekan FE Unismuh Kenang Sosok Almarhum Dr H Mahmud Nuhung

Kenangan lain yang disampaikan Ismail adalah ketika Mahmud Nuhung dipercaya menjadi Dekan Fakultas Ekonomi Unismuh Makassar.

Saat menjadi dekan, almarhum menyampaikan keinginannya hanya menjabat satu periode. Alasannya, ia ingin memberikan kesempatan kepada generasi berikutnya yang dinilai telah siap melanjutkan kepemimpinan fakultas.

Amanah tersebut kemudian dilanjutkannya oleh Ismail Rasulong sebagai dekan pada periode berikutnya.

Sementara itu, Dr Andi Jam’an, SE, M.Si juga menyampaikan kesan mendalam atas kepergian almarhum.

Menurutnya, kebaikan Mahmud Nuhung tidak akan cukup digambarkan hanya melalui sebuah testimoni.

“Banyak kebaikan beliau yang dilakukan dan tidak semuanya terdokumentasikan dengan baik,” ujarnya.

Andi Jam’an yang pernah melanjutkan kepemimpinan Fakultas Ekonomi setelah periode Ismail Rasulong mengatakan, salah satu gambaran tentang kebaikan almarhum dapat dilihat dari banyaknya orang yang hadi di rumah duka hingga malam takziah.

“Banyaknya orang yang datang menjadi salah satu indikator bahwa beliau adalah orang baik,” katanya.

Andi Jam’an juga mengenang kebersamaannya dengan almarhum dalam aktivitas Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Menurutnya, Mahmud Nuhung merupakan sosok yang sangat konsen terhadap kaderisasi dan tidak pernah lelah memberikan pendampingan kepada kader serta berkontribusi dalam gerakan Persyarikatan Muhammadiyah.

BACA JUGA:  Bupati Piet Hein Babua Resmi Buka MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi di Halmahera Utara

Usai penyampaian testimoni, malam takziah dilanjutkan dengan pengajian yang disampaikan Ustaz Muhammad Mahdi Syukur, S.Ag., dari Pengurus Cabang Muhammadiyah Manggala.

Dalam pengajiannya, Ustaz Muhammad Mahdi mengingatkan para pelayat bahwa kehidupan dunia merupakan ladang untuk mempersiapkan bekal akhirat.

Ia mengajak keluarga dan seluruh pelayat untuk tidak menjadikan harta dan kehidupan dunia sebagai tujuan akhir, tetapi sebagai sarana memperbanyak amal kebaikan.

“Dunia ini hanya di telapak tangan, sehingga mudah untuk dibagi dan digunakan berbagi,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan bahwa amal manusia akan terus mengalir setelah meninggal dunia melalui amal jariah. Karena itu, kebaikan yang ditinggalkan seseorang selama hidup dapat menjadi bekal yang terus memberikan pahala.

Menurutnya, berbagai kebaikan yang dilakukan almarhum semasa hidup, termasuk pembangunan dan pemanfaatan rumah ibadah, diharapkan menjadi amal jariah yang terus mengalir pahalanya.
“Amal jariah merupakan salah satu amal yang pahalanya terus mengalir. Apa yang telah dilakukan almarhum semasa hidup, mudah-mudahan menjadi bekal dan terus memberikan manfaat,” ujarnya.