News  

ITB Terapkan Nilai Kearifan Lokal sebagai Landasan Penanganan Pascabencana di Tanjung Pura, Sumatera Utara

Dalam penanganan bencana, mengaplikasikan nilai kebersamaan dapat menjadi metode yang tepat dalam mendukung proses tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana. Metode ini diberikan kepada Organisasi Perangkat Daerah agar dapat diaplikasikan secara mandiri dan berkelanjutan. Langkah yang dilakukan dalam penerapan metode ini diawali dengan studi lapangan dan observasi partisipatif. Hasil studi lapangan digunakan untuk memetakan permasalahan yang kemudian diaplikasikan dalam diskusi kelompok (FGD). Pendekatan juga mengaplikasikan psychological methode melalui training, counseling, coaching, simulasi, dan gaming. Setelahnya, para peserta akan mengikuti workshop dan pendampingan praktis oleh para ahli.

Model penanganan pascabencana diarahkan untuk mengintervensi dan meningkatkan kompetensi Organisasi Perangkat Daerah melalui intervensi terpadu berbasis keilmuan psikologi dan budaya. Kegiatan ini berfokus pada penguatan kesiapan menghadapi perubahan, peningkatan motivasi berprestasi, dan peningkatan pelayanan publik yang berkualitas dalam menghadapi situasi bencana dan pascabencana. Melalui pendekatan yang menggabungkan nilai budaya dan sudut pandang psikologi, model ini diarahakan untuk membangun kapasitas OPD yang adaptif, tanggap, dan tangguh dengan menerapkan nilai budaya yang telah lama hidup di masyarakat Sumatera Utara.

BACA JUGA:  KP-SPAM Manggala Layani Seribu lebih Pelanggan.