Budaya Sumatera Utara yang mencerminkan kekuatan nilai kebersamaan adalah tradisi Marsialapari di Tapanuli Selatan. Budaya Marsialapari meruapakan budaya yang menenakan semangat perjuangan dan mengutamakan nilai kebersamaan dengan saling membantu dalam menyelesaikan permasalahan bersama-sama. Di Batak Toba, masyarakat mengenal tradisi Marsiurupan yang berakar pada nilai budaya Dalian Na Tobu. Kedua tradisi budaya ini merupakan kearifan lokal yang mengangkat pentingnya persatuan, gotong royong, dan kerja sama.
Dalam penanganan pascabencana, pihak yang bertugas harus memiliki kemampuan untuk menentukan kata yang akan digunakan. Setiap langkah yang harus dilakukan selama fase pemulihan harus dapat dipahami oleh penyintas agar penyintas lebih mudah menerapkannya. Materi ini disampaikan oleh Dr. Dana Waskita, S.S., M.App.Ling., dan Dr. Tri Sulistyaningtyas, M. Hum. OPD diajarkan untuk memilih dan menggunakan kata yang tepat dalam memberikan pengarahan pemulihan pascabencana. Penggunaan bahasa yang terlalu tinggi dan terlalu rumit akan menyulitkan penyintas untuk memahami langkah-langkah yang harus dilakukan selama fase pemulihan. Sudut pandang budaya yang diterapkan juga memudahkan para korban untuk melalui masa sulit dan kembali menjalani rutinitas sehari-hari.
Dalam penanganan bencana, mengaplikasikan nilai kebersamaan dapat menjadi metode yang tepat dalam mendukung proses tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana. Metode ini diberikan kepada Organisasi Perangkat Daerah agar dapat diaplikasikan secara mandiri dan berkelanjutan. Langkah yang dilakukan dalam penerapan metode ini diawali dengan studi lapangan dan observasi partisipatif. Hasil studi lapangan digunakan untuk memetakan permasalahan yang kemudian diaplikasikan dalam diskusi kelompok (FGD). Pendekatan juga mengaplikasikan psychological methode melalui training, counseling, coaching, simulasi, dan gaming. Setelahnya, para peserta akan mengikuti workshop dan pendampingan praktis oleh para ahli.
Model penanganan pascabencana diarahkan untuk mengintervensi dan meningkatkan kompetensi Organisasi Perangkat Daerah melalui intervensi terpadu berbasis keilmuan psikologi dan budaya. Kegiatan ini berfokus pada penguatan kesiapan menghadapi perubahan, peningkatan motivasi berprestasi, dan peningkatan pelayanan publik yang berkualitas dalam menghadapi situasi bencana dan pascabencana. Melalui pendekatan yang menggabungkan nilai budaya dan sudut pandang psikologi, model ini diarahakan untuk membangun kapasitas OPD yang adaptif, tanggap, dan tangguh dengan menerapkan nilai budaya yang telah lama hidup di masyarakat Sumatera Utara.

br
br






br
br






br