SEAPAVAA: Indonesia Ajukan 5 Arsip di UNESCO

Kepala ANRI Imam Gunarto pada aja SEAPAVAA
Plt Kepala ANRI Imam Gunarto

Ajukan Lima Arsip ke UNESCO

Indonesia mengajukan lima arsip nasional menjadi bagian Memory of the World UNESCO. Plt Kepala Arsip Nasional Indonesia ANRI, Imam Gunarto mengatakan kelima arsip yang bersejarah ini memiliki latar belakang yang berbeda. Dia juga menambahkan, saat ini sudah ada sebelas arsip Indonesia yang diakui dunia.

“Ya, ada lima arsip documentary herittage yang kita ajukan ke UNESCO tahun ini sebagai Memory of the World,” ujar Imam

Dia merinci, arsip pertama adalah tentang Kartini dan Perjuangan Gender yang dinominasikan bersama dengan Belanda. Kedua, arsip Pembentukan ASEAN, yang dinominasikan dengan lima negara anggota ASEAN.

“Ketiga, arsip Hamzah Fansyuri, naskah-naskahnya kita join dengan Malaysia. Ada juga arsip Sanghyang Siksa Kandang Karesian. Berikutnya, arsip tentang tarian Mangkunegaran Solo. Itu ya, semua menurut kami sangat tinggi nilai sejarahnya”, ujar Imam di sela-sela pembukaan konferensi ini.

Lebih lanjut Imam menjelaskan, proses pengajuan ke UNESCO sangat ketat dan lama, dimana kurator atau para ahli akan memeriksa keaslian arsip tersebut.

BACA JUGA:  Pemukim Israel Serang Ramallah, Bakar Rumah dan Mobil Palestina

“Nanti dicek. Kalau signifikansinya Asia Pasifik dia diajukan sebagai Memory of the World Asia Pasifik. Kalau signifikansinya internasional, ya ke UNESCO di Paris,” katanya.

Tahun 2023 lalu ada tiga arsip Indonesia yang diakui UNESCO, yaitu Pidato Presiden Soekarno “To Build the World Anew”, Pertemuan Pertama Gerakan Non-Blok, dan Hikayat Aceh, yang telah ditetapkan sebagai ingatan kolektif dunia.

Penetapan tiga arsip tersebut menjadikan Indonesia total memiliki sebelas arsip dalam kategori ini. Delapan lainnya adalah Arsip VOC, Arsip Konferensi Asia Afrika, Babad Diponegoro, Arsip Konservasi Borobudur, Arsip Tsunami, La Galigo, Nagarakartagama, dan Cerita Panji. [VOA Indonesia]