Kami tegaskan bahwa rakyat Palestina akan tetap teguh mempertahankan tanah mereka, meskipun terjadi kehancuran, pembantaian dan genosida dalam skala besar, dan perlawanan merupakan perisai yang melindungi hak-hak rakyat dan aspirasi mereka untuk pembebasan dan hak kembali.
Posisi kami akan tetap teguh dan tegas dalam menolak semua rencana yang bertujuan mencari solusi dengan memaksakan agenda mencurigakan, di luar keinginan rakyat dan perlawanan, dan kami memperingatkan agar tidak berurusan atau hidup berdampingan dengan mereka.
Kedua: Kehancuran akibat agresi dan kebutuhan dasar rakyat Palestina di Jalur Gaza
Sejak awal perang agresifnya di Jalur Gaza dan dalam waktu lima puluh hari, penjajah zionis telah menjatuhkan lebih dari 40 ribu ton bahan peledak di tanah Gaza dan rumah-rumah warga, baik melalui udara, darat dan laut. Mereka gunakan bahan peledak yang dilarang secara internasional, dimana mereka menghancurkan semua bentuk kehidupan manusia di Jalur Gaza. Mereka lakukan genosida, menargetkan manusia, pohon dan batu, dengan tujuan menjadikan tanah Gaza tidak dapat dihuni. Tujuan tidak akan tercapai, Insya Allah dengan kemauan dan tekad rakyat Palestina.
Kami sangat menghargai dan mengapresiasi seluruh delegasi resmi yang memasuki Jalur Gaza, dipimpin oleh delegasi negara Qatar yang diwakili oleh Mrs. Lu’luah Al Khater, Menteri Negara Kerjasama Internasional Qatar. Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh delegasi, dari organisasi amal kemanusiaan dan medis yang telah memasuki Jalur Gaza.
Kami perbarui seruan kepada para pemimpin negara Arab dan Islam, untuk menerjemahkan keputusan-keputusan KTT Arab dan Islam di Riyadh ke dalam kenyataan praktis yang menghentikan agresi, menyembuhkan luka rakyat Palestina di Gaza, dan mengakhiri blokade terhadap Gaza.
Meskipun terdapat peningkatan jumlah truk bantuan yang tiba di Jalur Gaza, namun jumlah tersebut tidak mencukupi kebutuhan dasar dan kebutuhan. Oleh karena itu, kami menyerukan peningkatan kembali jumlah truk yang masuk setiap hari untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan yang mendesak di seluruh wilayah Jalur Gaza, Selatan dan Utara.
Mengingat semua rumah sakit tidak dapat berfungsi, dan dengan meningkatnya jumlah korban luka, cedera dan sakit, kami menyerukan kepada negara Arab dan Islam serta negara-negara di dunia untuk mengirimkan lebih banyak rumah sakit lapangan, dan untuk berkontribusi dalam memindahkan korban luka dan menerima mereka untuk perawatan di luar negeri.
Mengingat besarnya kerusakan yang terjadi, keberadaan ribuan jenazah di bawah reruntuhan bangunan, dan lemahnya kemampuan pertahanan sipil di Jalur Gaza, kami menyerukan negara-negara di dunia untuk segera mengirimkan tim pertahanan sipil dan peralatan khusus ke sana. Singkirkan puing-puing dan pindahkan jenazah para syuhada.
Kami menyatakan ketidaksetujuan dan penolakan terhadap apa yang tertuang dalam laporan awal yang dikeluarkan oleh Human Rights Watch, mengenai penyerangan terhadap rumah sakit di Jalur Gaza, khususnya Rumah Sakit Ahli Baptist. Kami menegaskan bahwa laporan ini inkonsisten dan mengedepankan narasi tentara penjajah, dan tidak mengandalkan bukti langsung di lapangan. Selain itu, laporan tidak berdasarkan pertemuan dengan saksi mata dan mendengarkan laporan dari pihak yang berwenang.
Kami menyerukan kepada jurnalis internasional dan lembaga media untuk mengintensifkan kehadiran mereka di Jalur Gaza, untuk melihat sejauh mana kehancuran dan genosida yang dilakukan oleh tentara penjajah terhadap anak-anak, warga sipil yang tidak berdaya dan seluruh infrastruktur. Kami menyampaikan undangan kepada Mr. Elon Musk, yang telah mengunjungi wilayah jajahan, untuk mengunjungi Jalur Gaza demi meninjau sejauh mana pembantaian dan kejahatan yang dilakukan terhadap rakyat Palestina. Kunjungan dengan mematuhi standar objektivitas dan kredibilitas, dan jauh dari kebijakan yang bias dan tidak bertanggung jawab, apalagi standar ganda dalam menangani masalah rakyat dan hak-hak mereka yang sah.












