Sebagai bekal perjalanan, Gubernur menitipkan empat amanat krusial bagi kontingen, yaitu :
1. Tampilkan yang Terbaik.
Ia meminta para peserta tampil percaya diri dan totalitas mengeksplorasi kemampuan musikalitas mereka, sebagai bentuk syukur atas talenta yang Tuhan anugerahkan demi mengharumkan nama Sulawesi Selatan.
2. Junjung Tinggi Sportivitas.
Anggota kontingen diminta menjadi petarung yang tangguh namun tetap berhati besar. Menghargai keputusan juri dan menikmati setiap proses kompetisi adalah hal utama, karena menjaga nilai-nilai sportivitas jauh lebih berharga daripada sekadar mengejar kemenangan.
3. Jaga Nama Baik Sulsel.
Gubernur mengingatkan bahwa di tanah rantau nanti, seluruh rombongan bertindak sebagai duta budaya sekaligus duta kerukunan. Karakter masyarakat Sulsel yang ramah, santun, dan menjunjung tinggi semangat gotong royong harus selalu tercermin dalam sikap sehari-hari.
4. Jaga Kesehatan.
Mengingat padatnya jadwal kompetisi dan perjalanan jauh yang menguras energi, stamina prima adalah kunci. Kontingen diimbau menjaga pola makan, menghindari konsumsi makanan yang dapat mengganggu kualitas pita suara, serta beristirahat dengan cukup agar performa tetap klimaks hingga akhir kompetisi.
“Pemerintah beserta seluruh elemen masyarakat Sulawesi Selatan akan selalu mengiringi langkah kalian lewat doa. Berangkatlah dengan mental juara, dan kembalilah dengan membawa kebanggaan bagi bumi Sulawesi Selatan,” tegas Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menutup sambutannya.
Di sisi lain, Ketua LPPD Sulsel, Pdt. Adrie O. Massie, S.Th melaporkan kesiapan teknis keberangkatan. Sebanyak 196 personel yang terbagi dalam 7 kelompok terbang (kloter) ini terdiri dari peserta lomba, pendamping (pelatih dan orang tua), tim *official* (panitia pemberangkatan dan pengurus LPPD), serta perwakilan VIP dari Pemprov dan Kanwil Kemenag Sulsel.
Dari total 12 kategori yang dipertandingkan pada Pesparawi Nasional XIV di Manokwari, tim Sulsel dipastikan akan turun beradu bakat pada 9 kategori. Kategori tersebut meliputi Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC), Paduan Suara Pria (PSP), Paduan Suara Anak (PSA), Vokal Grup, Musik Gerejawi Nusantara (MGN), Solo Remaja Pemuda Putera (SRP-Pa), Solo Remaja Pemuda Puteri (SRP-Pi), serta Solo Anak untuk usia 7-10 tahun dan 11-15 tahun.
Acara pelepasan ini juga dihadiri oleh jajaran pejabat Pemprov Sulsel, Kanwil Kemenag Sulsel, pengurus LPPD, serta jajaran panitia inti seperti Alfred CB, SS (Ketua Panitia), Stevie Margaret Sondakh (Sekretaris), Phouline Sjofie Brouwer (Bendahara), Alfrida Tandi (Bidang Dana), serta James Wehantouw dan Andi Baly (Bidang Humas). Turut hadir pula pakar musik Sulsel yang didapuk menjadi Dewan Juri pada Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026, Yohan Tinungki, S.Mus, M.Mus.













