Sebab itu, faktor kelayakan investasi menjadi poin krusial yang wajib dikaji secara mendalam. Di samping itu, kajian teknis juga harus menyelaraskan rencana pembangunan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) serta tetap memprioritaskan kelestarian lingkungan hidup.
“Tujuan kita adalah menghadirkan infrastruktur yang mampu menjawab tuntutan pertumbuhan ekonomi, namun tanpa mengabaikan perlindungan alam bagi keberlanjutan generasi mendatang,” tegas Zainal.
Lebih jauh, Pemprov Kaltara menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi jalur komunikasi antara PT INTRA, para pengusaha, dan segenap pemangku kepentingan sesuai dengan batas kewenangan pemerintah daerah.
Gubernur berharap serangkaian diskusi dan negosiasi yang tengah berjalan dapat segera merumuskan formulasi kerja sama yang konkret, sehingga tahapan pembangunan jaringan kereta api dapat segera berlanjut ke proses berikutnya.
“Pemerintah daerah siap menjembatani dan mempertemukan seluruh pihak penentu. Kita harus terus memperkuat sinergi agar aspirasi besar ini benar-benar terwujud,” kata Zainal.
Ia turut menaruh harapan besar agar sektor pertambangan dan industri perkebunan kelapa sawit di Kaltara memberi dukungan penuh, mengingat kedua sektor unggulan tersebut berpeluang menjadi pengguna utama moda angkutan logistik kereta api.
Zainal menyampaikan rasa optimistisnya bahwa dengan komitmen yang solid antara pemerintah, pengembang, dan para pelaku industri, proyek jaringan kereta api di Kaltara akan cepat terealisasi.
“Semoga pada tahun depan proses groundbreaking sudah bisa dilaksanakan. Insyaallah, moda transportasi kereta api yang pertama di Tanah Kalimantan dapat mulai dibangun dari Kaltara,” tutupnya. (*)












