News  

Gangguan Mental Jadi Tren Global

“Selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) ditemukan ada anak yang agresif. Ini merupakan data awal untuk mengolaborasikan penanganan anak dengan berbagai pihak. Anak yang berkebutuhan khusus (ABK) sering mengalami “brain out” (berusaha memecahkan suatu masalah yang rumit),” kata Ananda Zhafira.

Dia menyebutkan, ABK sebenarnya bukan anak-anak yang memiliki kemampuan di bawah, melainkan di atas rata-rata. ABK seringkali memiliki potensi luar biasa dan kelebihan bawaan yang unik. Misalnya, fokus yang tinggi pada minat spesifik, fokus intens, dedikasi tinggi.

br

“Tantangan ke depan adalah mencari sekolah yang cocok untuk ABK. Penyesuaian ini perlu dalam proses pembelajaran yang dibuat untuk semua anak. Program pembelajaran individual disesuaikan dengan kemajuan anak<” sebut lulusan SMA Negeri 17 Makassar tersebut.

Ananda Zhafira mengatakan, jumlah psikolog pendidikan di Makassar berkisar 30 orang. Mereka inilah yang kemudian memberikan konseling ke beberapa daerah. Jumlah tenaga psikolog pendidikan ini berbanding terbalik dengan jumlah ABK yang semakin meningkat. Berdasarkan data di media daring (hattps://referensi.data.kemendikdasmen.go.id., 25 Juli 2026), total peserta peserta didik berkebutuhan khusus Kota Makassar, 236.985 orang. Terbanyak di Kecamatan Biringkanaya 38.624 orang, Tamalate, 27.945 orang, dan Manggala 25.324 orang.

BACA JUGA:  577 Jiwa Baru Lahir dari UKI Paulus

“Kebutuhan ABK tidak hanya dalam hal belajar, tetapi juga berkaitan dengan emosi, misalnya trauma adaptasi sosial,” ujar Ananda Zhafira. (mda).

brbr
brbr
br