“Saya senang dan bersyukur sekali atas tingginya antusiasme organisasi masyarakat yang terlibat dalam festival ini. Bahkan, partisipasi 25 NGO yang hadir menjadi hal menggembirakan karena seluruhnya bergabung atas inisiatif dan kepedulian bersama tanpa dukungan anggaran khusus dari DP3A,” ujarny.
Ita menambahkan, kegiatan tersebut juga ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama serta kick off kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (HAKTP). “Melalui momentum ini, seluruh pihak diharapkan semakin memperkuat sinergi dalam mencegah dan menangani kasus kekerasan,” ujarnyq.
Lanjutnya, sebagai bentuk dukungan terhadap masyarakat, DP3A turut menghadirkan layanan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA), termasuk fasilitas konseling dan pendampingan psikologis bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Kami menyiapkan tempat pelayanan UPTD PPA. Jika ada masyarakat yang mengalami atau mengetahui kasus kekerasan, silakan datang. Kami juga menyediakan ruang konseling dan psikolog untuk membantu penanganan kasus. Semua layanan ini gratis bagi masyarakat Kota Makassar,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Ita Anwar juga membacakan deklarasi bersama perwakilan 25 NGO dan seluruh unsur yang terlibat sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat perlindungan perempuan dan anak, mencegah kekerasan, serta membangun lingkungan yang aman dan ramah bagi seluruh masyarakat.
Melalui festival ini, DP3A Kota Makassar berharap kolaborasi lintas organisasi tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut melalui koordinasi dan penanganan kasus secara bersama. Salah satunya dengan membentuk grup komunikasi untuk mempercepat pertukaran informasi dan tindak lanjut terhadap laporan kekerasan.
“Harapan kami, seluruh NGO yang sudah hadir dapat terus bersatu. Setelah berkomitmen, kita akan membuat grup komunikasi agar setiap kasus bisa kita tangani bersama. Kami ingin kegiatan ini berkesinambungan dan tidak berhenti sampai di sini, justru semakin semangat,” tutupnya.












