News  

Cumlaude, Ketua BAZNAS Makassar Raih Gelar Doktor

Ketua BAZNAS Makassar H. Ashar Tamanggong
Ketua BAZNAS Makassar H. Ashar Tamanggong

NusantaraInsight, Makassar — Ketua BAZNAS Makassar H. Ashar Tamanggong atau ATM—sapaan akrab pria Makassar kelahiran Takalar lulus dengan predikat Cumlaude.

Raihan ini dicapai setelah mengupas tuntas disertasi berjudul “Manajemen Pendidikan Karakter MAN 2 Makassar dan SMA Islam Athirah Kota, di kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Senin, 10 Februari 2025.

Hasil nilai Cumlaude yang disematkan kepada ATM sangat beralasan. Seperti dituturkan pimpinan sidang, Prof.Dr.H.Mursalim Laekkeng, ASEAN,CPA, lantaran ATM memiliki indeks prestasi 4,0, menyelesaikan kuliah sekitar 2,5 tahun, menguasai dan menjabarkan disertasi secara baik, terstruktur, sistematis, dan lainnya yang jarang dimiliki Promovendus lainnya.

Disisi lain, undangan yang datang selain membludak, juga bukan kaleng kaleng. Mereka tokoh penting di bidangnya masing masing.

Para ulama, akademisi, guru, rekan semasa sekolah. Dan tak ketinggalan hadir pula para komisioner dan staf pelaksana BAZNAS Kota Makassar.

Dalam bedahan disertasi setebal 208 halaman itu, ATM mengupas tuntas sistem pembelajaran yang diteliti di dua sekolah menengah atas, yaitu, MAN Model 2 dan SMA Islam Athirah Makassar.

BACA JUGA:  Kemdiktisaintek Percayakan STIE AMKOP Jadi Tuan Rumah Workshop Artikel Reviu

MAN 2 Makassar, urai ATM, merupakan lembaga pendidikan yang jelas dalam visi dan misi. Visinya yaitu terbentuknya pribadi muslim yang berakhlakul karimah, unggul dan kompetitif. Sedangkan misinya terintegrasi dalam pendidikan dan pengajaran dengan 2 kurikulum.

Sementara konsep dasar Sekolah Islam Athirah Makassar berciri Islam, berjiwa nasional, dan berwawasan global. Pada proses pembelajaran, sekolah ini berupaya membentuk keseimbangan kecerdasan emosional, intelektual, dan spiritual.

Sementara itu, kurikulum yang diterapkan dalam sekolah ini yaitu kurikulum nasional, namun tidak menghilangkan ciri khas Athirah.

Sedangkan program-program yang dibuat memproses Sekolah Islam Athirah menjadi lingkungan sekolah yang efektif dan sentral pembelajaran.

Prestasi-prestasi yang dibangun tidak hanya pada wilayah intrakurikuler, tetapi juga pada wilayah ekstrakurikuler. Baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional.

Metode pembelajaran yang dikembangkan adaptif terhadap teknologi dan metode pembelajaran kekinian.

Metode tersebut memerdekakan siswa dengan pendekatan active learning.
Kualitas karakter untuk siswa/siswi di Madrasah Aliyah (MAN 2 Makassar dan Sekolah Menengah Atas (SMA Islam Athirah Makassar) mengimplementasikan dan mendirikan kualitas pendidikan karakter antara lain kepanutan, ketertiban, tanggung jawab, tulus, inovatif, bersih, dan menyayangi sesama contohnya menyapa setiap bertemu siapapun, tersenyum dengan tulus, dan mengucapkan salam yang santun, bersalaman ketika berpapasan guru, setiap hari rutin membaca ayat suci Al-Qur’an, tidak membuang sampah sembarangan, dan juga kebiasaan salat duha sekaligus salat zuhur di masjid secara berjemaah yang telah terprogram.

BACA JUGA:  Prof. Sukardi Weda Siap Bertarung di Pilrek UNM 2026-2030

Di dua sekolah ini juga sudah melaksanakan kegiatan peduli sosial diantaranya adalah saling menolong dan bantu-membantu antar sesama dalam hal kebaikan.

Jika ada siswa-siswi lain yang sedang sakit, temannya senantiasa menjenguknya. Ketika ada siswa-siswa yang lupa tidak membawa peralatan sekolah, temannya senantiasa meminjamkan dan melakukan kegiatan beramal rutin tiap hari Jumat yang dilakukan di area sekolah.

Menurut Promovendus, jenis penelitian ini tergolong kualitatif dengan pendekatan penelitian deskriptif yang berorientasi lapangan.

Adapun sumber data penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru Agama Selanjutnya metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan penelusuran referensi. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan melalui empat tahapan, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.