Ia menambahkan, kesadaran sosial seringkali tumbuh bukan hanya melalui pemberitaan, melainkan melalui pengalaman visual dan emosional seperti aksi ini.
Aksi kemanusiaan di CFD Makassar ini menjadi pengingat bahwa tragedi di Gaza bukan sekadar peristiwa jauh di Timur Tengah. Ia adalah luka kemanusiaan yang dirasakan oleh seluruh dunia.
Di tengah keseharian yang penuh rutinitas, aksi sederhana seperti ini berhasil menghadirkan ruang refleksi bagi masyarakat. mengingatkan bahwa empati adalah wujud nyata dari kemanusiaan.
Pagi itu, di jalan Boulevard Makassar, di antara tenda warna-warni dan keriuhan pengunjung CFD, puluhan replika jenazah kecil berbaris diam.
Namun dari keheningan simbol itu, suara kemanusiaan menggema: seruan agar dunia tak lagi menutup mata terhadap penderitaan anak-anak Gaza. Generasi yang seharusnya tumbuh dalam damai, bukan di tengah dentuman perang.
Lebih dari sekadar instalasi di ruang publik, aksi ini mencerminkan denyut kepedulian masyarakat Makassar terhadap isu global. Ini menjadi bukti bahwa kemanusiaan tidak mengenal jarak maupun batas negara.
Di tengah era digital yang sering menumpulkan rasa empati, aksi nyata di lapangan seperti ini menjadi bentuk perlawanan terhadap apatisme.
Semoga dari jalanan CFD yang ramai itu, semangat solidaritas ini terus menyebar, menggerakkan lebih banyak hati untuk peduli karena di setiap doa dan aksi kecil, tersimpan harapan besar bagi dunia yang lebih damai. (*).












