News  

Buruh Tak Lagi Turun ke Jalan: Pemkot Makassar Siapkan Kegiatan Dialog dan Festival Saat May Day

Sebaliknya, ia menilai jika kegiatan dipusatkan di Anjungan Pantai Losari, potensi kendala akan muncul, terutama terkait keterbatasan lahan parkir dan kepadatan lalu lintas. Apalagi jika jumlah peserta mencapai ribuan orang, termasuk buruh dari luar daerah.

“Kalau di Losari, parkiran akan bermasalah. Kita akan menggunakan satu ruas jalan dan itu pasti mengganggu. Belum lagi kalau 10 ribu orang berkumpul di bawah terik matahari,” tambahnya.

Munafri berharap, dengan persiapan matang dan kolaborasi semua pihak, peringatan May Day 2026 di Makassar dapat menjadi contoh perayaan yang lebih konstruktif dan memberi manfaat nyata bagi buruh maupun masyarakat luas.

Langkah ini menjadi bagian dari pendekatan humanis yang diusung Munafri, di mana pemerintah hadir bukan sekadar sebagai regulator, tetapi juga sebagai mitra bagi para pekerja, yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian keluarga dan kota.

Momentum May Day diharapkan tidak hanya menjadi ajang seremonial tahunan, tetapi juga ruang refleksi bersama untuk membahas berbagai persoalan ketenagakerjaan, mulai dari kesejahteraan, perlindungan kerja, hingga keberlanjutan lapangan pekerjaan.

BACA JUGA:  YBM PLN UIP3B Sulawesi Tebar Berkah Daging 1446 H : Bagikan Kebaikan, Hadirkan Kebahagiaan

Selain penentuan lokasi, Munafri meminta agar seluruh pemangku kepentingan dilibatkan dalam persiapan kegiatan.

Ia mendorong adanya koordinasi lanjutan yang melibatkan unsur pemerintah, serikat buruh, pengusaha, hingga aparat keamanan seperti TNI dan Polri.

Menurutnya, pelibatan semua pihak penting untuk memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan terorganisir dengan baik.

“Kita ingin kegiatan ini benar-benar menjadi kegiatan bersama. Bukan hanya inisiasi dari serikat buruh, tapi juga didukung pemerintah, stakeholder, dan pengusaha,” imbuh Appi.

Lebih lanjut, ia mengusulkan agar rangkaian kegiatan May Day dimulai sejak pagi hari dan selesai sebelum waktu Maghrib, sehingga seluruh agenda dapat berjalan efektif dalam satu hari.

Munafri juga menyambut positif rencana pelibatan pelaku UMKM dalam perayaan tersebut, sebagai bagian dari upaya menggerakkan ekonomi masyarakat.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa hal terpenting adalah memastikan kegiatan berjalan lancar tanpa gesekan.

“Yang paling penting adalah kegiatan ini berjalan dengan baik, tertib, tanpa ada gesekan apa pun, koordinasi teknis dengan Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar, guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan tersusun rapi, mulai dari rundown hingga pengamanan,” demikian saran Munafri.

BACA JUGA:  Pendaftaran PPPK Periode 2 Dibuka, MenPAN-RB Imbau Lakukan Pemetaan Non-ASN Aktif

Sedangkan, Ketua Panitia May Day Fest 2026, Delandi Safri Pratama, mengungkapkan bahwa peringatan Hari Buruh Internasional tahun ini di Kota Makassar, akan dikemas berbeda melalui konsep festival kolaboratif yang lebih inklusif dan kondusif.