News  

Bootcamp Jurnalistik LDII Sulsel di Malino Cetak Jurnalis Muda Penyebar Dakwah

Gowa, NusantaraInsight – Upaya mencetak generasi muda yang mampu menyebarkan pesan-pesan kebaikan melalui media terus dilakukan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Selatan. Melalui Biro Komunikasi, Informasi dan Media (KIM), LDII Sulsel menggelar Bootcamp Jurnalistik Tingkat Mahir di Hotel Celebes, Malino, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada Jumat – Minggu (12-14/6/2026).

Kegiatan yang diikuti generasi muda LDII dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan tersebut menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang komunikasi dan media. Tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis jurnalistik, pelatihan ini juga menanamkan nilai-nilai dakwah yang menyejukkan, objektif, dan mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat.

Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan, Asdar Mattiro, S.Sos., M.I.Kom., menjelaskan bahwa bootcamp jurnalistik tingkat mahir ini bertujuan melahirkan generasi muda yang mampu menyebarkan kebaikan, kedamaian, dan kebenaran sesuai prinsip-prinsip Islam melalui berbagai platform media.

“Pelatihan ini membentuk komunikator yang profesional, objektif, dan kritis. Kami berharap karya tulis maupun konten media sosial yang dihasilkan para peserta dapat menjadi sarana pencerahan yang inspiratif, edukatif, serta mampu merangkul masyarakat luas. Pesan-pesan yang disampaikan harus penuh kesejukan dan membawa manfaat bagi banyak orang,” ujarnya pada Minggu (14/6/2026).

BACA JUGA:  Disdik Sulsel Salurkan Bantuan Pakaian Gratis

Menurut Asdar, dakwah pada era digital tidak lagi terbatas pada mimbar dan forum tatap muka. Tulisan, berita, foto, video, hingga konten media sosial kini menjadi sarana strategis dalam menyampaikan pesan moral dan nilai-nilai keislaman kepada masyarakat yang lebih luas.

Karena itu, para peserta dibekali kemampuan menulis berita, teknik peliputan, penyusunan rilis media, pengelolaan media sosial, hingga pemahaman kode etik jurnalistik. Dengan kompetensi tersebut, generasi muda LDII diharapkan mampu menghasilkan karya yang informatif sekaligus memberikan solusi atas berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, Asdar menegaskan bahwa salah satu tujuan penting pelatihan ini adalah memperkuat budaya tabayyun atau klarifikasi dalam setiap proses penyampaian informasi. Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan melakukan verifikasi dan menghadirkan berita yang berimbang menjadi kebutuhan yang semakin mendesak.

“Jurnalis muda harus memahami pentingnya objektivitas dan keberimbangan. Melalui prinsip tabayyun, informasi yang disampaikan dapat terhindar dari unsur provokasi, fitnah, maupun kecenderungan untuk memojokkan pihak tertentu. Media harus menjadi sarana membangun persatuan dan mencerdaskan masyarakat,” katanya.