News  

“Black Box” Belum Ditemukan, Evakuasi Jenazah Terkendala Medan

Black box
Gambar suasana tim SAR gabungan di Puncak G,Bulusaraung Pangkep. (Courtesy Basarnas).

Sementara itu, Petugas Biddokkes Polda Sulsel mengambil sampel DNA adik Kopilot Pesawat ATR 42-500, Farhan Gunawan di Posko Mortem, RS Bhayangkara Makassar, Kota Makassar, Sulsel, Minggu (18/1/2026). Petugas Biddokkes Polda Sulsel mengambil sampel DNA adik Kopilot Pesawat ATR 42-500, Farhan Gunawan di Posko Mortem, RS Bhayangkara Makassar, Kota Makassar, Sulsel, Minggu (18/1/2026).

KOMPAS.com melaporkan, langkah identifikasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) mulai berjalan. Keluarga kopilot Farhan Gunawan mendatangi Posko Ante Mortem Biddokkes Polda Sulawesi Selatan untuk menjalani pengambilan sampel DNA, Minggu (18/1/2026).

Sampel DNA diambil dari adik kandung Farhan, Haerul Gunawan (22), sebagai bagian dari proses pencocokan data korban. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulsel mengambil sampel berupa darah dan air liur sesuai prosedur standar identifikasi.

Fokus Uji Ante Mortem

Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Raharjo Puro mengatakan, selain melakukan upaya evakuasi, kepolisian juga memprioritaskan proses uji ante mortem terhadap para korban.

“Sudah disampaikan bahwa dalam rangka pembuktian terhadap korban sudah disepakati bahwa Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Makassar sebagai rujukan untuk melaksanakan uji Ante Mortem,” ungkap Djuhandhani kepada awak media, Minggu (18/1/2026) masih menurut Kompas.com.

Djuhandhani menyebut Polda Sulsel menggandeng Mabes Polri dalam pemeriksaan DVI untuk memperkuat proses identifikasi korban.

“Saat ini korban ataupun keluarga korban yang hadir untuk diperiksa atau dicek data Ante Mortem-nya ada satu orang yaitu adik kandung dari Kopilot,” bebernya.

Polda Sulsel juga menyiapkan skema khusus bagi keluarga korban yang berada di luar daerah dan tidak dapat datang langsung ke Makassar.

“Kita mengambil langkah-langkah strategis mana kala keluarga korban tidak bisa hadir di Makassar. Kami akan memperdayakan seluruh Biddokkes dengan berkoordinasi dengan Kapus Dokkes untuk jemput bola,” jelas Djuhandhani.

Salah satu langkah tersebut dilakukan oleh Biddokkes Polda Jawa Barat yang mengambil sampel ante mortem dari keluarga korban di wilayah Bogor.

“Hari ini, kami sudah menambah lagi satu data yaitu salah satu keluarga korban yang berada di Jawa Barat atau Bogor,” ujarnya.

Data ante mortem tersebut selanjutnya akan dikirim ke Biddokkes Polda Sulsel untuk dicocokkan apabila proses identifikasi korban memasuki tahap lanjutan.

Sebelumnya, tim SAR gabungan menemukan badan dan ekor pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport di lereng selatan puncak Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar Andi Sultan mengatakan, badan dan ekor pesawat ditemukan pada pukul 07.49 Wita. Untuk proses evakuasi, tim SAR mengambil jalur pendakian dengan melibatkan sekitar 500 personel.

BACA JUGA:  Upacara Maradeka: Ketika Pemuda Desa Menegakkan Merah Putih di Atas Luka Bangsa