Terima Kunjungan Pemkab Majene, Munafri Paparkan Program Unggulan Makassar

Dari sisi keuangan daerah, Munafri menyampaikan bahwa APBD Kota Makassar mengalami peningkatan signifikan. Politisi Golkar ini, mengakui bahwa kompleksitas persoalan sosial di kota dengan jumlah penduduk besar tidaklah mudah.

Oleh karena itu, pendekatan pembangunan harus dilakukan melalui seluruh perangkat pemerintah, dengan keteladanan sebagai prinsip utama.

Dengan adanya kebijakan dan program yang dijalankan, Munafri juga menargetkan bahwa pada tahun 2027, Kota Makassar akan masuk dalam kategori daerah dengan kekuatan fiskal sangat kuat, di mana Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan meningkat lagi.

Sebagai kota jasa tanpa sektor pertanian, Makassar mengandalkan pengembangan event, pariwisata, ekonomi kreatif, dan sport tourism.

Setiap bulan, Pemkot Makassar mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 miliar untuk mendukung berbagai event agar menarik kunjungan wisatawan.

“Kalau orang datang, hotel penuh, UMKM bergerak, dan masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi,” jelasnya, dengan nada optimis.

Pemkot Makassar juga terus menata kawasan pesisir, seperti Pantai Losari, dengan menghadirkan aktivitas wisata bahari.

Selain itu, promosi daerah diperkuat melalui media sosial dan kerja sama dengan pihak ketiga, termasuk pengembangan Makassar Marathon sebagai event lari bersertifikat internasional di Indonesia Timur.

BACA JUGA:  Kampung KB Manggala Wakili Sulsel Lomba Kampung KB Tingkat Nasional 2025

Di bidang pengembangan generasi muda, Munafri menyebut Indeks Pembangunan Pemuda Kota Makassar berada di angka 65, lebih tinggi dari rata-rata nasional.

Hal ini ditopang dengan kehadiran Makassar Creative Hub, ruang pengembangan kapasitas anak muda yang menyediakan pelatihan gratis, mulai dari barista, wirausaha, hingga persiapan kerja ke luar negeri.

“Kami siapkan anak-anak muda agar terberdaya. Sudah ada yang bekerja ke Jepang, dan peluang-peluang seperti ini terus kami buka,” urainya.

Tak hanya itu, Pemkot Makassar juga memberikan perhatian khusus kepada tenaga kesehatan dan tenaga pendidik, terutama yang bertugas di wilayah kepulauan.

Insentif tambahan serta fasilitas transportasi antar-pulau gratis disiapkan untuk menunjang pelayanan dasar masyarakat pulau.

Di sektor kelautan dan perikanan, Pemkot Makassar bekerja sama dengan perusahaan Jepang dalam pembangunan pabrik es tenaga surya yang diberikan gratis kepada nelayan.

Bahkan, Makassar telah melakukan pengiriman perdana hasil laut seperti gurita dan landak laut (uni) ke Jepang.
Munafri menutup pemaparannya dengan menegaskan bahwa pembangunan Kota Makassar tidak berorientasi pada penghargaan, melainkan pada kualitas pelayanan dan dampak nyata bagi masyarakat.