Tak Mau Pasar Sentral Sepi, Appi Tiru Konsep Blok M untuk Hidupkan Ekonomi Makassar

Ia berharap, melalui kunjungan ini, seluruh jajaran dapat memperoleh perspektif baru dalam merancang konsep revitalisasi kawasan yang lebih terintegrasi, inovatif, dan berkelanjutan.

Munafri juga menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan selama kunjungan tersebut, serta membuka peluang kolaborasi berkelanjutan dengan berbagai pihak dalam mendukung pengembangan kawasan di Makassar.

“Kunjungan ini, menjadikan pengalaman bagaimana pasar Sentral menjadi kawasan terpadu yang menggabungkan aktivitas ekonomi, ruang publik, serta interaksi sosial dalam satu ekosistem perkotaan,” kata politisi Golkar itu.

Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Makassar turut didampingi Ketua TP PKK Makassar Melinda Aksa, serta sejumlah kepala perangkat daerah, di antaranya Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perdagangan, dan jajaran Direktur PD Pasar Makassar Raya.

“Kami mengajak seluruh dinas terkait untuk melihat langsung, agar nantinya memiliki gagasan yang selaras dalam menjalankan proses ini,” beber Appi.

“Yang terpenting, kawasan yang akan kita aktivasi ke depan bisa menghadirkan kehidupan baru, seperti yang kita lihat di Blok M,” tutup Munafri.

BACA JUGA:  Ikatan Bidan Indonesia Kota Makassar Siap Perkuat Pemkot dalam Penurunan Stunting

Sedangkan, Kepala Divisi Property Management MRT Jakarta, Iqbal Bimo Arifianto, menjelaskan konsep pengembangan kawasan di Blok M.

Menurutnya, PT MRT Jakarta terus memperkuat peran strategisnya tidak hanya sebagai operator transportasi publik, tetapi juga sebagai penggerak pengembangan kawasan berbasis integrasi.

Iqbal mengungkapkan bahwa sejak awal beroperasi pada 2018, MRT Jakarta telah memiliki tiga mandat utama, yakni pembangunan infrastruktur, pengoperasian layanan transportasi, serta pengembangan kawasan bisnis di sekitar stasiun.

“Kami tidak hanya membangun dan mengoperasikan transportasi, tetapi juga mengembangkan kawasan di sekitar stasiun agar terintegrasi secara menyeluruh,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan kawasan tersebut merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai pemegang saham, yang mendorong optimalisasi ruang-ruang di sekitar stasiun menjadi pusat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Salah satu contoh konkret adalah kawasan Blok M yang kini terintegrasi dengan terminal dan berbagai fasilitas publik.

Iqbal menjelaskan, terdapat delapan prinsip utama dalam penerapan konsep di antaranya peningkatan konektivitas pejalan kaki, pengembangan kawasan dengan kepadatan tinggi, peningkatan mobilitas dan akses transportasi, serta penyediaan fasilitas sosial yang mendukung kualitas hidup masyarakat.