Revitalisasi Pasar Sentral diharapkan tidak hanya mengembalikan fungsi kawasan sebagai pusat perdagangan, tetapi juga menjadikannya sebagai ruang hidup baru yang menggabungkan fungsi perbelanjaan, hiburan, budaya, dan interaksi sosial dalam satu ekosistem perkotaan yang modern dan berkelanjutan.
Appi menegaskan, konsep pengembangan kawasan yang mengintegrasikan fungsi ekonomi, sosial, dan ruang publik tersebut menjadi referensi penting dalam merancang penataan kawasan di Makassar, khususnya Pasar Sentral.
Menurutnya, Pemerintah Kota Makassar memiliki sejumlah aset potensial yang perlu diaktivasi kembali agar dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Kini menjadi perhatian utama adalah Pasar Sentral yang dulunya dikenal sebagai ikon perdagangan Kota Makassar, namun kini mengalami penurunan aktivitas.
“Makassar dulu memiliki ikon kuat, yakni Pasar Sentral sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat,” tuturnya.
“Namun saat ini kondisinya mulai mengalami pergeseran dan cenderung sepi. Karena itu, kami mencoba melakukan benchmarking untuk mengembalikan peran strategis kawasan tersebut,” lanjut Appi.
Dia menambahkan, konsep yang akan diterapkan tidak serta-merta meniru secara utuh, melainkan mengadaptasi prinsip dasar pengembangan kawasan seperti yang diterapkan di Blok M.
“Kita melihat dasar pemikirannya ada di sini. Kita ingin memastikan bahwa Pasar Sentral bisa kembali diaktivasi sebagai pusat ekonomi yang hidup dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini,” jelas Munafri.
Kawasan Blok M, dinilai sukses bertransformasi dari pusat lama yang sempat lesu menjadi ruang publik modern yang kembali hidup dan digandrungi.
Revitalisasi ruang publik seperti Taman Literasi dan M Bloc Space menghadirkan wajah baru kawasan yang lebih humanis dan atraktif.
Terinspirasi dari keberhasilan tersebut, Pemerintah Kota Makassar mulai mematangkan konsep serupa untuk diterapkan di Pasar Sentral. Kedepan, penataan tidak hanya difokuskan pada aspek fisik.
Tetapi juga mencakup integrasi transportasi, penguatan identitas kawasan, penyediaan ruang publik, hingga pengembangan aktivitas ekonomi kreatif yang mampu menarik berbagai segmen masyarakat.
Dengan pendekatan ini, Pasar Sentral diharapkan tidak lagi sekadar menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi bertransformasi menjadi pusat ekonomi, budaya, dan gaya hidup baru, ruang yang hidup, inklusif, dan mampu mengembalikan kejayaan kawasan sebagai jantung kota Makassar.
Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Makassar turut didampingi sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait guna memastikan adanya kesamaan visi dan pemahaman dalam proses perencanaan ke depan.













