“Saya minta untuk diperhatikan, untuk cepat mengantisipasi ini, menangani kondisi ini. Saya tidak mau lagi lihat yang di belakang itu. Dibongkar aja,” tegasnya.
Ia menjelaskan, area yang digunakan sebagai tempat istirahat masih dapat dimanfaatkan, sepanjang kebersihan dan penataannya tetap terjaga.
“Tidak apa-apa ada yang inap untuk tempat istirahat, tapi harus bersih dong,” tambahnya.
Bagi Appi, kesiapan fasilitas kesehatan tidak cukup hanya diukur dari kemampuan tenaga medis menangani pasien.
Peninjauan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh pengelola puskesmas di Makassar agar tidak hanya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan kesehatan akibat kabut asap, tetapi juga memastikan lingkungan fasilitas kesehatan senantiasa terawat dan bersih.
“Kebersihan bangunan dan lingkungan juga menjadi bagian penting yang harus diperhatikan, untuk menciptakan suasana pelayanan yang sehat, nyaman, dan layak bagi masyarakat,” pesan Munafri.
Pada kesempatan ini, orang nomor satu Kota Makassar itu, meminta seluruh puskesmas di Kota Makassar meningkatkan kesiapsiagaan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, menyusul potensi kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kabut asap dan penurunan kualitas udara.
Appi menegaskan, seluruh fasilitas kesehatan milik Pemerintah Kota Makassar harus sigap menangani warga yang mengalami keluhan gangguan pernapasan.
Kesiapan tenaga medis, pelayanan pasien, hingga ketersediaan fasilitas pendukung menjadi perhatian penting di tengah kondisi udara yang masih perlu diwaspadai.
“Waspada terhadap penyakit ISPA ini ada di beberapa puskesmas. Tadi kita melihat beberapa pasien datang dengan keluhan seperti ISPA, ini kita minta kesiapan Puskesmas,” jelasnya.
Ia berharap seluruh puskesmas di Makassar dapat memberikan pelayanan secara maksimal agar masyarakat yang membutuhkan penanganan medis bisa segera mendapatkan pertolongan dan menjalani pengobatan dengan baik.
Menurutnya, fasilitas kesehatan pemerintah harus benar-benar siap menjadi tempat masyarakat mendapatkan layanan ketika mengalami gangguan kesehatan, terutama yang berkaitan dengan saluran pernapasan.
Appi juga mengingatkan masyarakat agar tetap menggunakan masker sebagai langkah pencegahan, meskipun berdasarkan informasi yang diterimanya dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi udara menunjukkan perbaikan dibandingkan hari-hari sebelumnya.
“Walaupun tadi dari BMKG kondisinya membaik dibandingkan hari-hari kemarin, kita tetap harus waspada. Ini penting untuk menjaga kesehatan bersama,” tutur politisi partai Demokrat itu.
Ia menjelaskan, perubahan arah angin menjadi salah satu faktor yang perlu terus diperhatikan dalam mengantisipasi kemungkinan masuknya kabut asap kiriman ke wilayah Makassar.
Karena itu, kewaspadaan tidak boleh kendur meskipun kondisi udara mulai membaik. Appi juga menyebutkan adanya sejumlah kasus ISPA berdasarkan akumulasi laporan yang diterimanya.
Namun, ia belum menyampaikan angka pasti jumlah kasus di Kota Makassar dan meminta agar data tersebut dikonfirmasi lebih lanjut kepada masing-masing puskesmas.
“Kasusnya lumayan, ada beberapa dari hasil akumulasi. Di setiap puskesmas mungkin nanti saya minta konfirmasi,” katanya.
” Kita berharap masyarakat tidak ragu memanfaatkan fasilitas kesehatan milik pemerintah kota apabila mengalami keluhan yang berkaitan dengan gangguan pernapasan,” lanjut Appi, menutup keterangan. (*)












